publiknesia.com – IQ atau intellectual quotient menjadi hal yang penting bagi sebagian orang tua, Bunda. Tak hanya itu, beberapa instansi dan sekolah pun mempertimbangkan IQ yang dimiliki Si Kecil dalam proses penerimaan dan pendataan.

Dikutip dari Healthline, National Institute of Child Health and Human Development memaparkan tingkatan hasil tes IQ. Dalam informasi tersebut, disebutkan bahwa sebanyak 85 persen anak-anak dengan gangguan intelektual memiliki hasil tes IQ antara 55 dan 70.

Skor 100 dianggap sebagai nilai rata-rata, Bunda. Sedangkan hasil tes IQ tinggi atau di atas 100, biasanya dikaitkan dengan kecerdasan tinggi. Bila hasil tes 130 atau lebih, dianggap sebagai kecerdasan ekstrem.

Ada banyak hal yang dipercaya bisa mempengaruhi IQ pada anak, Bunda. Lantas, apakah kedekatan anak dengan ayah menjadi faktor Si Kecil memiliki IQ yang tinggi?

Anak mewarisi kecerdasan dari Bunda

Anak-anak mewarisi tingkat IQ mereka dari kedua orang tuanya. Namun, sebuah studi genetik yang dilakukan menunjukkan bukti bahwa kecerdasan umumnya diwarisi dari Bunda.

Studi tahun 1994 telah diterbitkan dalam jurnal Psychology Spot melakukan survei dengan sampel di mana hampir 12.686 orang berusia antara 1 hingga 22 tahun diwawancarai dan ditanyai tentang beberapa hal termasuk ras, tingkat pendidikan, sosial, dan status ekonomi. Pertanyaan serupa juga ditanyakan kepada ibu mereka dalam penelitian ini.

Setelah dianalisis, terlihat bahwa gen kecerdasan itu terkait dengan kromosom X, Bunda. Ini merupakan kromosom utama yang ada pada wanita.

Mengutip dari laman Times of India, studi lain yang berkorelasi dengan penelitian di tahun 1994 ini menemukan bahwa jika wanita memiliki dua kali jumlah kromosom X, maka lebih mereka lebih mungkin mewariskan gen kecerdasan kepada anak-anaknya.

Genetika dari sisi Bunda menentukan seberapa cerdas atau seberapa pintarnya seorang anak, Bunda. Sementara itu, gen Ayah membuat sedikit perbedaan dalam mengasah kecerdasan anak.

Ilmu pengetahuan juga mendukung bahwa kecerdasan adalah gen ‘terkondisi’ yang biasanya bekerja ketika diturunkan dari sang Bunda. Gen terkondisi dan gen kognitif lainnya ditundukkan dan dinonaktifkan ketika mereka berasal dari pihak Ayah.

Meskipun sebuah penelitian menjelaskan bahwa kecerdasan anak menurun dari genetik sang Bunda, bukan berarti Ayah tidak bisa melakukan apa-apa. Penelitian lain menjelaskan bahwa ada sifat Ayah yang mendukung kecerdasan Si Kecil, Bunda.

Sifat ayah yang mendukung kecerdasan anak

Melihat dari laman Country Living, sebuah studi mendapatkan bahwa ayah yang bersifat tenang terlibat lebih jauh dengan bayi dan anak-anak mereka, Bunda. Tak hanya itu, hal ini juga bisa meningkatkan kecerdasan anak mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan Ayah dengan anak, bahkan sejak lahir, makan semakin besar kemungkinan anak memiliki tingkat kecerdasan tinggi. Waktu bonding yang teratur ini juga berdampak positif bagi masa depan Si Kecil.

“Pesan yang jelas untuk para Ayah baru di sini adalah untuk berhubungan dan bermain dengan bayi Anda. Bahkan ketika mereka masih sangat muda, bermain dan berinteraksi dengan mereka dapat memberikan efek positif,” kata penulis studi Profesor Paul Ramchandani, dari Imperial College London, kepada Independent.

Selama penelitian dilakukan, ada 128 interaksi antara Ayah dengan bayi yang berusia 3 bulan, Bunda. Setahun kemudian, perkembangan kognitif bayi pun diukur.

Penelitian ini juga melibatkan perekaman video Ayah bermain dan membaca untuk anak-anak mereka ketika mereka telah mencapai usia dua tahun. Pada tahap ini, perkembangan anak dinilai menggunakan indikator perkembangan mental standar (MDI), yang meliputi pengenalan warna dan bentuk.

Ada beberapa kebiasaan orang tua yang ternyata bisa mempengaruhi kecerdasan Si Kecil nih, Bunda. Kalau penasaran, simak penjelasannya di laman berikutnya, yuk.

    20 Puisi Singkat Tentang Ibu, Menyentuh Hati dan Penuh Rasa Cinta

    20 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.