publiknesia.com – Pernahkah kamu melihat investor berlomba-lomba membeli saham dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga normal? Fenomena ini terjadi karena adanya fire sale pada perkembangan saham.

Biasanya, fenomena ini dimanfaatkan banyak investor untuk melakukan investasi dengan modal yang minim.

Bagaimana dampak fenomena ini bagi finansial dan investasimu? Yuk, cari tahu penjelasan lengkapnya melalui artikel ini!

Baca Juga: Waspada Ostrich Effect saat Berinvestasi, Ini 4 Cara Menghindarinya

Apa Itu Fire Sale?

Fenomena fire sale ditandai dengan penjualan barang atau aset dengan harga diskon besar-besaran.

Menurut Investopedia, istilah ini awalnya mengacu pada penjualan diskon barang yang rusak karena kebakaran.

Sekarang, istilah ini lebih umum mengacu pada penjualan apa pun di mana penjual berada dalam kesulitan keuangan.

Dalam konteks pasar keuangan, fire sale mengacu pada situasi di mana sekuritas diperdagangkan jauh di bawah nilai intrinsiknya. Umumnya, fenomena ini terjadi saat krisis ekonomi.

Fenomena ini dapat menjadi peluang bagi investor. Sekuritas yang sedang dalam tahap ini mungkin menawarkan imbalan risiko-imbalan yang menarik bagi investor.

Tawaran ini dapat bernilai karena penurunan lebih lanjut dalam sekuritas ini mungkin terbatas dan potensi kenaikan bisa jadi cukup besar.

Ini dapat menjadi tantangan untukmu sebagai investor adalah membuat keputusan untuk membeli sekuritas selama fire sale.

Sayangnya, tidak ada metrik penilaian tetap yang menunjukkan kapan suatu saham diperdagangkan dengan harga rendah.

Biasanya, harga saham akan ditawarkan lebih rendah ketika diperdagangkan pada penilaian yang berada pada posisi terendah selama beberapa tahun.

Sebagai contoh, saham yang secara konsisten diperdagangkan dengan pendapatan kelipatan 15 dapat berada pada harga jual api jika diperdagangkan dengan pendapatan kelipatan 8.

Tentu saja, ini mengasumsikan bahwa fundamental bisnis untuk saham tersebut masih relatif tidak berubah dan belum memburuk secara nyata.

Apakah Fire Sale Berbahaya untuk Investasi?

© Rawpixel.com

Menurut Journal of Economic Perspectives, fire sale dapat menyebabkan kerapuhan pasar keuangan selama krisis.

Ketika terjadi penurunan tajam dalam harga aset, aset serupa yang dimiliki oleh pelaku pasar lainnya juga mengalami penurunan nilainya.

Akibatnya, mereka akan mengalami kesulitan keuangan dan terpaksa menjual asetnya dengan harga yang jauh lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Penurunan harga yang terkait dengan penjualan aset paksa memberikan dampak yang negatif pada nilai aset. Terutama, pada pasar yang tidak likuid dengan pinjaman yang dijaminkan.

Baca Juga: Kupas Tuntas 6 Mitos yang Membuatmu Ragu Investasi Saham

Tips Berinvestasi saat Fire Sale

© Freepik.com

Lantas, perlukah kamu sebagai investor menghindari investasi saat fire sale? Tentu tidak.

Hal yang perlu kamu perhatikan adalah menentukan keputusan investasi yang tidak akan merugikanmu dikemudian hari.

Melakukan investasi ketika fire sale memang dapat menguntungkanmu. Namun, pada beberapa kasus kamu bisa mengalami kerugian.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan jika ingin berinvestasi saat fire sale.

1. Nyatakan niat dan kesiapan kamu

Terkadang, ada penjual yang begitu putus asa untuk melepas asetnya. Dalam kondisi ini, mereka tidak lagi mempedulikan batas tawar-menawar untuk mendapatkan harga yang lebih baik.

Penjual seperti ini ini adalah pembeli yang dapat bertindak tepat waktu untuk memenuhi tenggat waktu mereka.

Jika kamu adalah orang pertama yang melakukan pendekatan dengan penawaran konkret, mereka mungkin menjual kepadamu meskipun harganya jauh di bawah harga yang diminta.

Ini karena mereka membutuhkan transaksi segera.

2. Cari aset yang sudah ditawarkan selama hampir enam bulan

Dalam aturan keuangan pribadi, ada sebuah aturan untuk menghemat pengeluaran selama enam bulan dalam bentuk tunai, jika terjadi keadaan darurat.

Aturan ini diikuti secara luas. Sehingga, banyak penjual aset mungkin telah menghabiskan sebagian besar tabungan mereka, ketika aset tersebut telah berada di pasaran selama sekitar setengah tahun.

Akan tetapi, kamu perlu memperhatikan dengan seksama sebelum membeli aset tersebut. Kemungkinan besar, terdapat beberapa risiko yang menyebabkan aset tersebut belum terjual setelah enam bulan.

3. Mulailah dengan membantu orang yang sedang kesulitan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fire sale dapat dilhat sebagai sebuah kesempatan dalam investasi.

Beberapa orang melihat ini sebagai memanfaatkan kemalangan orang lain. Sebagian lain akan mengatakan bahwa mereka benar-benar membantu orang yang terlibat, dengan memberi mereka penjualan cepat, dan sebagainya.

Ini mungkin terdengar tidak menyenangkan bagi sebagian orang. Namun pada situasi ini, prioritas penjual adalah meminimalkan kerugian dan menyelesaikan masalah dengan cepat.

Oleh karena itu, kamu mungkin bisa membantunya jika kamu memiliki uang untuk segera membeli, dan menawarkan penawaran cepat kepada mereka.

Baca Juga: Investasi Saham di Tengah Pandemi Corona, Masih Aman Tidak, Ya?

Fire sale adalah sebuah fenomena yang bisa menjadi kesempatan untukmu melakukan investasi dengan modal yang rendah.

Namun, kamu perlu memperhatikan keuntungan dan kerugian dari investasi ini.

Kamu bisa mendapatkan berbagai informasi lainnya mengenai keuangan pribadi dan investasi melalui newsletter Glints.

Setiap minggu, Glints akan mengirimkan berbagai artikel pilihan langsung ke inbox email kamu.

Yuk, daftar sekarang untuk dapatkan newsletter mingguan dari Glints.

Sumber

    Fire Sale – Investopedia

    Journal of Economic Perspectives

glints.com.