publiknesia.com – Selama aturan bekerja di rumah masih diberlakukan, rasanya penting bagi kamu untuk mengetahui beberapa cara mengatasi stres saat WFH.

Mengapa demikian? Pasalnya, tidak dapat dimungkiri lagi bahwa sering kali rasa stres dan lelah akan mengganggu produktivitas serta kesehatan mental.

Terutama jika kamu bekerja terlalu keras, hal tersebut dapat menyebabkan stres berlebih dan kelak menyerang kebugaran mentalmu.

Nah, pada tanggal 15 Oktober silam, Glints berkesempatan untuk berdialog dengan dr. Rayhan Maditra, seorang dokter lulusan Universitas Gadjah Mada.

Di dalam IG Live tersebut, ia memaparkan cara terbaik untuk mengatasi stres saat WFH, yakni untuk bekerja secara cerdas.

© Glints

Pertama-tama, Rayhan membuka diskusi dengan perbincangan mengenai alasan banyaknya pekerja yang merasa kewalahan selama WFH.

Menurutnya, ada beragam faktor yang dapat memengaruhi hal tersebut.

Faktor-faktor tersebut dapat berupa penggunaan teknologi dan media sosial yang membuat seseorang membandingkan dirinya dengan kesuksesan orang lain, hingga meledaknya tren “toxic positivity”.

Kultur “work hard, play hard” telah membentuk mindset tidak sehat, di mana pekerja perlu bekerja keras bila ingin meraih mimpi mereka.

Baginya, hal tersebut bukanlah suatu pemikiran yang sehat, dan inilah salah satu faktor besar pemicu stres yang dirasakan para pekerja selama WFH.

© Glints

Selanjutnya, Rayhan menjelaskan kepada Glints kiat-kiat mumpuni untuk mengatasi stres saat WFH.

Meskipun bekerja dari tempat tinggal, menurutnya, semua pekerja perlu menciptakan batas antara rutinitas kerja di kantor dan di rumah.

Seusai jam kerja, para pekerja perlu melaksanakan hobi mereka dan meluangkan waktu untuk recharge energi.

Memang betul adanya, bahwa time management itu sifatnya penting. Akan tetapi, menyediakan waktu untuk energy management adalah suatu faktor yang dapat mencegah stres dan rasa lelah selama WFH.

© Glints

Berikutnya, Rayhan menerangkan ciri-ciri seseorang yang sedang mengalami gangguan mental di rumah.

Baginya, seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan mental ketika kondisi psikisnya telah menyebabkan disfungsi dalam kegiatan sehari-hari.

Individu ini akan memojokkan diri serta menjauh dari hubungan sosialnya, seperti dengan keluarga dan teman, serta menghindari semua rutinitas pekerjaan.

Rayhan juga memaparkan bahwa ciri yang paling umum dari seseorang yang mengalami gangguan mental adalah kecenderungan untuk melakukan self harm dan mulai berkurangnya motivasi untuk beraktivitas.

Nah, cara mengatasi efek dari stres saat WFH ini adalah untuk memberanikan diri dan berkonsultasi dengan para ahli psikologi jika mulai merasa lelah.

© Glints

Terakhir, Rayhan menjelaskan pendapatnya mengenai seorang workaholic.

Baginya, sah-sah saja bila pekerja memilih untuk menjadi workaholic. Itu merupakan suatu hal yang normal, karena workaholic sebenarnya tidak memiliki konotasi yang negatif maupun positif.

Mungkin saja, beberapa pekerja ada yang bekerja di ranah yang tidak ia sukai. Tentu hal tersebut memberikan energi yang kurang positif sehingga mereka mengalihkannya dengan bekerja secara keras.

Akan tetapi, mau mereka seorang workaholic atau bukan, seorang pekerja wajib untuk selalu ingat dengan kesehatan fisik dan mental mereka.

Jangan sampai aktivitas di pekerjaan mengurangi kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Rayhan memaparkan bahwa attention span manusia itu hanya sebatas 7 jam kerja. Setelah itu, fokus dan daya kognitif pasti akan menurun.

Dengan demikian, manusia perlu mengambil istirahat. Harus ada waktu rehat di tengah kesibukan kita setiap harinya.

Menurutnya, ada formula yang ideal agar pekerja dapat mengambil istirahat dengan efektif, yaitu formula 888. Hal ini merujuk pada 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk bermain, dan 8 jam untuk tidur.

Walaupun tidak semua bidang pekerjaan bisa mengikuti formula ini, tetap usahakan untuk cari keseimbangan.

Selain itu, cara jitu mengatasi stres saat WFH adalah untuk mengidentifikasi warning sign, di mana kondisi psikis dan fisik sudah mulai melemah.

Menurut Rayhan, kesibukan yang menumpuk itu dapat diantisipasi dengan memecah tugas menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar dapat dicicil.

Selain itu, hindari juga kebiasaan multitasking. Menurutnya, kita tidak bisa mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu sekaligus. Butuh waktu untuk pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

© Glints

Nah, itulah cara mengatasi stres saat WFH dengan menjadi pekerja cerdas seperti pemaparan dr. Rayhan Manditra.

Yang perlu kamu ingat, adalah untuk selalu #CintaKerjaCintaDiri dan selalu memerhatikan serta menghargai kesehatan mental pribadi.

Mencintai pekerjaan itu perlu, akan tetapi, mencintai diri sendiri itu sesungguhnya lebih penting.

Supaya lebih sigap dalam memerhatikan kebugaran psikis pribadi, kamu bisa baca artikel Glints lainnya mengenai kesehatan mental di sini.

Yuk, cintai diri sendiri dan jadi pekerja yang lebih cerdas!

glints.com.