publiknesia.com – Dolar AS melemah signifikan sejak Senin (18/7/2022) yang ditandai dengan indeks dolar menukik masuk di bawah MA50 pada time frame 4 jam, harga Bitcoin dan kripto lain menghijau. Waspadai pula potensi kenaikan suku bunga The Fed pada akhir Juli 2022.

Melemahnya dolar AS, karena indeks dolar (DXY) terkoreksi dari tertinggi lokal, 109 pada 14 Juli 2022, memberikan angin segar terhadap pasar kripto.

Penurunan itu semakin tegas pada 18 Juli 2022, ketika candle stick DXY di time frame 4 jam, indikator Super Trend memberikan sinyal jual. Bahkan DXY menghujam cukup jauh di bawah garis Moving Average (MA) 50.

Kali terakhir DXY bergerak seperti saat ini adalah pada 16 Juni 2022, ketika berada di kisaran dari 105 menjadi 103. Namun ketika itu DXY secara cepat naik kembali ke di atas MA50 lalu menguat signifikan pada akhir Juni, setelah The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan untuk melawan inflasi.

Namun, jika ditilik berdasarkan indikator RSI, masih di time frame 4 jam, garis RSI jauh saat ini lebih rendah daripada RSI ketika penurunan 15 Juni, yakni masing-masing 32 dan 36. Artinya, melandainya indeks dolar saat ini jauh lebih signifikan daripada sebelumnya. Dengan menapaki RSI 32, maka ada potensi besar bahwa dolar AS melemah terus, hingga ketika masuk wilayah 30, yakni oversold.

Sementara itu harga Bitcoin mengalami penguatan sangat baik sejak 14 Juli 2022, ketika bertengger dan bertahan di atas US$20 ribu, lalu memuncak lokal di US$22.400, 4 hari kemudian. Sinyal beli masih belum luruh yang ditampilkan oleh indikator SuperTrend sejak 14 Juli 2022.

Pada time frame yang lebih panjang, yakni weekly, harga Bitcoin secara teknikal sudah mengalami situasi oversold. Ini tercermin dari garis RSI di kisaran 32 saat ini, setelah mencapai 25 pada 27 Juni 2022 dan mencoba berada di garis moving average-nya, seperti penguatan 13 April 2020.

Sementara itu, pergerakan Bitcoin 18 Juli 2022 akan tercatat sebagai gerakan terbaik sejak 30 hari terakhir pada time frame harian, karena harga BTC pada pada sebulan lalu, US$17.800 menjadi support level terbaik.

RSI menunjukkan pada 18 Juli 2002 sudah berada di atas 40 dan 50, yang mencerminkan aksi beli yang memukau dan belum pernah terjadi sejak 31 Mei 2002 dan mencerminkan gairah awal Februari 2022. Hambatan harian yang perlu dilewati BTC saat ini adalah MA 50 di kisaran US$23.200, karena indikator SuperTrend belum memunculkan sinyal beli di time frame harian ini.

Hal lain yang perlu diantisipasi adalah hasil rapat The Fed pada akhir Juli, yang mungkin akan menaikkan suku bunga acuan lebih besar guna melawan inflasi 9,1 persen di AS.

Kebijakan itu secara historis memampukan dolar AS melenting lebih tinggi lagi, dan pada akhirnya membuat pasar kripto menghujam lagi. [ps]