publiknesia.com

Memodifikasi mobil kecintaan Anda tidak ada salahnya untuk tampil keren dan terlihat berbeda. Ketika ingin memodifikasi ruang mesin, mungkin Anda terpikirkan untuk mengganti penutup radiator? Tentunya dengan harapan tampilan ruang mesin terlihat eksklusif dengan hanya mengganti tutup radiator dari pasar aftermarket.

Ketika Anda ingin mengganti tutup radiator, pastikan mesin dalam keadaan dingin

Tidak ada salahnya dan diperbolehkan ganti tutup radiator pada mobil Anda. Tetapi wajib diingat jangan sampai demi tampilan keren modifikasi tutup radiator justru mengurangi fungsinya dan berakibat fatal pada mobil.

Peran tutup radiator sendiri sangat penting dalam proses pendinginan mesin meski terlihat sebagai komponen yang sederhana. Berfungsi sebagai keluarnya cairan bila tekanan di sistem radiator terlalu tinggi karena panasnya mesin. Setiap merek mobil pun mempunyai sistem buka-tutup yang berbeda untuk akses penutup radiator.

Perhatikan angka pada tutup radiator yang menunjukkan tekanan bar

Pada sistem radiator yang berisi cairan bekerja dalam ruang vakum dimana tekanan di dalamnya diatur oleh pabrikan dengan ukuran yang berbeda-beda. Bila diperhatikan ketika Anda ganti tutup radiator, ada angka yang menunjukkan ukuran tekanan bar mulai dari 0,9 – 1,1 atau 1,2.

Bila Anda ada rencana untuk memodifikasi dengan mengganti penutup radiator produk aftermarket, cari yang sesuai dengan angka pabrikan. Karena kesalahan atau tidak sesuai dengan angka tekanan bar akan menganggu kinerja sistem pendinginan mesin.

Tutup radiator yang umum digunakan pabrikan dengan kualitas terjamin

Sebagai contoh bila angka tekanan bar tidak sesuai, mesin bisa terlalu cepat panas dan akan merusak beberapa komponen mesin. Selain itu juga harus dipahami jangan pernah membuka penutup radiator ketika mesin sedang panas. Tekanan yang tinggi bisa menyembur cairan dan berpotensi menciderai Anda. Jadi perhatikan dengan seksama angka ukuran tekanan bar sebelum Anda ganti tutup radiator ya.