publiknesia.com

5 Tips Merawat Ban Tubeless Mobil

Ban mobil menjadi salah satu hal yang patut untuk diperhitungkan. Pasalnya, untuk merawat komponen satu ini, tidak bisa hanya asal isi tekanan saja, ada banyak cara untuk merawat ban Tubeless mobil.

Setidaknya dengan mengetahui beberapa cara di bawah ini, Anda bisa memiliki ban Tubeless yang awet dan tahan lama. Khusus di artikel kali ini, Cintamobil.com akan memberikan 5 tips merawat ban Tubeless mobil.

Hindari Menghantam Jalanan Berlubang

Tips pertama yang sangat penting ialah hindari menghantam jalanan berlubang. Mengapa begitu? Ya, jika itu terus menerus Anda lakukan maka ada kemungkinan besar pelek bisa bengkok dan berakibat pada kondisi ban. Di beberapa kasus, hal ini malah bisa membuat ban cepat kempes tanpa sebab. Maka dari itu, saran kami adalah lewatilah jalanan yang bagus. Jika terpaksa harus melewati jalanan buruk, turunkan kecepatan supaya ban tidak mendapat hantaman yang berpotensi merusak.

Tekanan Angin Harus Tepat

Dalam hal pengisian, tekanan angin harus tepat. Sebisa mungkin, ikuti anjuran yang direkomendasikan. Namun bagi Anda yang belum tahu, umumnya ban depan punya tekanan di kisaran 30 hingga 32 Psi. Sedangkan untuk ban belakang direkomendasikan berada di angka 36 hingga 40 Psi.

Pastikan tekanan angin pada ban diisi sesuai rekomendasi yang disarankan

Jangan Langsung Mencabut Penyebab Kebocoran

Sebut saja paku, pecahan kaca atau lainnya, jangan langsung mencabut penyebab kebocoran. Mengapa begitu? Pasalnya, jika Anda mencabutnya, maka seluruh angin pada mobil akan segera keluar dan ban menjadi kempes.

Cabutlah paku ketika mobil sudah sampai di bengkel/tempat tambal ban

Saran kami, cabutlah benda tersebut setelah sampai di bengkel mobil atau tambal ban. Jika Anda terburu-buru, gunakan saja ban cadangan terlebih dulu.

Cek Ban Secara Berkala

Tips merawat ban Tubeless mobil berikutnya adalah cek ban secara berkala. Tak perlu ribet, mudah saja caranya. Anda hanya perlu melihat dan merasakan bahwa ban mobil dalam keadaan baik. Amati batas tanda D pada bahu ban untuk mengetahui ban tersebut sudah melewati batas aus minimum atau tidak. Berikutnya, periksa seluruh tapak ban mobil dan dindingnya, khawatir ada retak atau kerusakan.

Spooring dan Balancing

Yang terakhir adalah soal Spooring dan Balancing. Lakukan langkah ini secara berkala dengan maksud agar ban tetap stabil dan menambah keawetan dari semua bannya. Langkah satu ini memang menjadi hal mutlak untuk dilakukan supaya kondisi semua ban selalu prima.

Lakukan Spooring dan Balancing secara berkala