publiknesia.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2019/05/18/ZXn5Pos1/perbedaan-lampu-led-dan-drl-3-0b71.jpg”>

Jika Anda mendengar istilah lampu LED, sebetulnya itu merupakan singkatan dari Light Emitting Diode (LED). Sementara untuk istilah lampu DRL, ini juga kependekan dari Daytime Running Light (DRL).

Lampu LED dan lampu DRL sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Setidaknya dalam satu dekade belakangan ini, sudah ada beberapa produsen otomotif yang menerapkan kedua teknologi lampu tersebut. Lalu apa perbedaan lampu LED dan DRL?

Lampu LED

LED adalah teknologi lampu yang diterapkan pada mobil

Lampu LED sejatinya merupakan teknologi sistem pencahayaan. Pada kendaraan, khususnya mobil, lampu LED biasanya digunakan untuk menggantikan lampu utama yang berjenis halogen. Beberapa kelebihan lampu LED adalah pancaran cahayanya tetap terang meski cuma membutuhkan daya listrik yang kecil.

Karena kelebihannya itulah, belakangan ini makin banyak produsen-produsen mobil yang memilih lampu LED. Lampu ini diaplikasikan selain sebagai lampu utama, juga untuk lampu stop di belakang atau lampu sein demi menggantikan lampu konvensional.

Lampu DRL

DRL lebih berfungsi untuk keselamatan

Perbedaan lampu LED dan DRL sebenarnya lebih mengacu pada fungsinya. Sesuai namanya, lampu DRL didesain untuk terus menyala selama mesin kendaraan tersebut aktif. Tujuannya selain memperindah penampilan, juga lebih kepada kepentingan keselamatan.

Dengan lampu yang terus menyala, maka diharapkan pengguna jalan lain akan mengetahui keberadaan kendaraan tersebut. Misalnya saat kendaraan tersebut mau menyalip, maka pancaran lampu DRL akan terlihat di spion dan pengendara lain bisa mengetahui keberadaan kendaraan tersebut.

Dan biasanya, lampu DRL menggunakan teknologi lampu LED. Alasannya kembali lagi pada kelebihan lampu LED, yakni pancarannya terang namun tidak membutuhkan daya listrik yang terlalu besar.

Demikianlah perbedaan lampu LED dan DRL.

cintamobil.com.