publiknesia.com – JAKARTA – Apakah ini mungkin cara marketing yang dilakukan PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) untuk memperkuat brandnya di Indonesia? Entahlah. Yang Pasti, mobil kendaraan berjenis MPV diduga Hyundai Stargazer berkamuflase tertangkap kamera di tengah arus mudik di Tol Cirebon.

Spyshoot Hyundai Stargazer tertangkap di Tol Trans Jawa di daerah Cirebon

Apakah Hyundai Stargazer akan dirakit lokal di Indonesia?

Mobil tersebut diduga sedang diuji coba dan harinya berbarengan dengan musim mudik lebaran. Menggunakan jubah kamuflase hitam dan balutan stiker di sekujur tubuh. Sontak mobil mengundang banyak perhatian dari pemudik. Tim kami mendapatinya langsung sesaat sebelum menuju rest area Mundu, Cirebon di km 207.

Bisa mudah diterka itu adalah produk Hyundai. Lantaran mobil punya corak pelek khas pabrikan asal Korea Selatan. Sebagai informasi, mereka mengajukan nama dagang Stargazer pada November 2020 dengan nomor DID2020072199. Penamaan itu jua terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Dokumen didaftarkan oleh Hyundai Motor Company, beralamat di Heolleung-ro, Seocho-gu, Seoul, Republic of Korea. Jika mereka ingin menjual sebuah produk, dipastikan merek harus sudah dipatenkan di Indonesia.

Berdasar pantauan langsung, dari buritan ia memiliki lampu ekor LED yang berorientasi vertikal. Terus posisi stop lamp dipasang tinggi. Bentuk rumah kaca jembar agar memastikan kabin lapang nan nyaman bagi penghuninya. Garis atap agak miring, kaca depan melandai serta bagasi lebar. Pendaran cahaya di depan tampak mengandalkan lampu LED empat titik. Kisi-kisi diguyur cat gelap, menggunakan pola garis oval kecil. Pastinya kap depan terlihat landai serta gril seolah terinspirasi gaya Hyundai Staria.

Bagian front overhang tampak pendek sekali, dengan fender dibuat tak menonjol. Atap terlihat polosan tanpa panoramic sunroof. Lalu pelek berpola kelopak dwiwarna sekitar 16 inci. Kalau berdasar rumor, mobil disiapkan menempati segmen Low MPV. Namun jika dibandingkan dengan Mitsubishi Xpander di sampingnya. Ia malah tampak lebih bongsor. Baik dari segi panjang, lebar maupun tinggi. Kemungkinan mendekati dimensi Toyota Kijang Innova.

Jika Hyundai Stargazer betul masuki segmen low MPV. Setidaknya mesin tersuguh pakai jenis bensin 1,5 liter N.A sanggup membuncah tenaga 115 PS dan torsi maksimal 144 Nm. Mesin ini sama, seperti yang dipakai Kia Sonet maupun Hyundai Creta. Opsi lain berupa pemacu diesel 1,5 liter, memberi daya 115 PS plus torsi 250 Nm. Atau dugaan selanjutnya, pakai mekanikal pacu 1,4 liter turbo berdenyut 140 PS dan momen puntir maksimal 242 Nm.

Masih banyak kemungkinan lain yang bisa dipakai pabrikan berlogo H miring ini. Pemacu bensin turbo 2,0 liter tertanam di Alcazar serta Elantra boleh jadi alternatif. Pilihan transmisi manual maupun otomatis dimungkinkan, sesuai dengan model terbaru Hyundai. Karena pabrikan sekarang di bawah kendali prinsipal langsung dari Korea Selatan. Strategi lewat produk baru terus dilancarkan.

Agar dapat memanfaatkan kesempatan untuk mencari pembeli MPV berbasis keluarga tujuh penumpang. Apalagi tes jalan dilakukan saat musim mudik lebaran, seperti punya intensi khusus. Informasi selanjutnya, pabrik di Cikarang siap memproduksi kendaraan massal tahun ini. Kans Stargazer masuk jalur produksi diramalkan tak lama lagi. (ANJAR LEKSANA/EK)

carvaganza.com.