publiknesia.com – Presiden Rusia , Vladimir Putin memberikan klaim mengenai hubungan negara yang dipimpinnya dengan kubu Barat.

Rusia dan negara barat dikenal memiliki hubungan yang tidak harmonis.

Negara barat merupakan proksi dari Amerika Serikat , sementara Rusia tidak memilih Negeri Paman Sam itu.

Alih-alih condong ke Amerika Serikat , Rusia justru melakukan sejumlah kerja sama dengan China.

China dan Amerika Serikat juga tidak memiliki hubungan diplomatik yang harmonis.

Berkaitan dengan hubungan yang penuh ketegangan tersebut, Vladimir Putin menyebutkan jika ada perubahan fundamental di ajang internasional dengan adanya peristiwa global baru-baru ini.

“Negara Barat harus memulai pembicaraan setara tentang masa depan bersama dalam urusan dunia. Lebih cepat, lebih baik,” kata Vladimir Putin .

Hukum internasional yang telah diterapkan selama ini, disebutkan Vladimir Putin sedang diubah oleh Negara Barat.

“Negara Barat saat ini sedang berupaya mengganti hukum internasional dengan tatanan berbasis aturan yang dirancang untuk memberikan mereka untuk hidup tanpa aturan sama sekali. Untuk mempertahankan dominasi mereka, Barat menjalankan kebijakan berdarah dan kotor menolak kedaulatan negara dan rakyat,” ujar Vladimir Putin .

Barat yang menganut ideologi liberalisme disebut Vladimir Putin telah berubah tanpa dikenali, bahkan absurd.

Berkaitan dengan pernyataan tersebut, Putin memberikan klaim tentang hubungan dengan negara Barat.

” Rusia tidak memandang dirinya dan tidak menganggap dirinya sebagai musuh Barat. Rusia berusaha membangun relasi dengan Barat dan NATO dengan pesang yang sama, mari kita hidup bersama dalam persahabatan,” ucap Putin dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Anadolu.***