publiknesia.com – Ketika akan memulai investasi saham, kamu mungkin sering mendengar berbagai mitos.

Mitos-mitos ini tentu membuatmu berpikir dua kali ketika memutuskan untuk melakukan investasi saham.

Lantas, apakah mitos-mitos seputar investasi saham ini benar? Artikel berikut akan mengupas selengkapnya.

Baca Juga: 5 Jenis Investasi Syariah yang Bisa Kamu Jadikan Pilihan

6 Mitos Investasi Saham

1. Investasi saham itu seperti berjudi

Mitos yang paling sering muncul adalah investasi saham tidak jauh berbeda dengan judi, yakni mengandalkan keberuntungan.

Padahal, investasi saham tidak hanya membutuhkan keberuntungan.

Menemukan saham yang bagus adalah bagian yang mudah dari investasi. Namun, untuk mendapatkan keuntungan yang berarti, kamu harus bersabar dan memberikan waktu untuk investasimu untuk berkembang.

Sayangnya, tidak banyak investor yang mampu menangani volatilitas pasar jangka pendek.

Begitu harga saham turun, banyak investor menjadi panik dan melepas sahamnya.

Ada banyak hal yang perlu kamu perhatikan ketika investasi saham. Mulai dari jenis saham yang akan diinvestasikan, hingga riwayat bisnis atau industrinya.

Ketika kamu memahami jenis saham yang akan diinvestasikan serta perkembangan bisnisnya, kamu bisa membuat investasi yang tepat.

2. Pasar saham hanya eksklusif untuk pialang dan orang kaya

© Pexels.com

Mitos lain yang sering muncul adalah investasi saham hanya terbatas untuk kalangan tertentu saja.

Padahal, hampir setiap studi yang dilansir Investopedia membuktikan bahwa klaim tersebut salah.

Terlebih dengan berkembangnya teknologi, pasar saham kini dapat diakses oleh siapa saja.

Data dan alat yang sebelumnya hanya tersedia untuk paialang sekarang dapat digunakan oleh individu.

Selain itu, berbagai promosi pasar saham memungkinkan investor untuk melakukan investasi dengan dana minimal.

3. Perusahaan yang populer memiliki saham yang bagus

© Pexels.com

Banyak investor yang menyarankan untuk memulai investasi dengan membeli saham dari perusahaan yang populer.

Sayangnya, menurut Investing aturan ini tidak selalu berlaku.

Banyak perusahaan populer memiliki saham yang buruk, menderita valuasi yang terlalu tinggi, hanya mengalami kenaikan harga singkat karena pemberitaan, dan sebagainya.

Kondisi saham yang baik bergantung pada banyak faktor. Mulai dari kondisi perusahaan hingga kondisi perpolitikan di negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.

4. Pasar saham membutuhkan investasi awal yang besar untuk memulai

Banyak yang mengatakan bahwa untuk menghasilkan keuntungan yang besar, kamu membutuhkan modal yang besar pula.

Akan tetapi, kamu sebenarnya tidak membutuhkan modal yang besar untuk memulai investasi saham. Itu hanyalah mitos investasi saham belaka.

Di Indonesia, saat ini kamu bisa melakukan investasi saham dengan modal Rp1 juta saja.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir mengenai modal ketika memulai investasi saham.

Baca Juga: Tertarik Investasi Valas? Kenali Definisi dan 5 Tipsnya bagi Pemula!

5. Investasi saham dapat membuatmu kaya dalam waktu singkat

© Pexels.com

Banyak orang yang beranggapan bahwa investasi saham adalah salah satu cara tercepat untuk mendapatkan keuntungan.

Terlebih ada beberapa kalangan investor yang memamerkan keuntungannya dari investasi saham.

Ini membuat kalangan awam berpikir bahwa pasar saham adalah tempat untuk menghasilkan uang dengan cepat. Anggapan ini menjadi salah satu mitos yang paling sering terdengar dalam investasi saham.

Padahal, kamu belum tentu mendapatkan keuntungan jika tidak memahami dengan jelas dasar-dasar pasar saham.

Harga saham naik hanya jika bisnis di balik saham tersebut berkinerja baik. Tidak peduli seberapa bagus sebuah bisnis, dibutuhkan waktu untuk tumbuh dan menghasilkan uang untuk perusahaan dan pemegang sahamnya.

Seseorang harus bersabar dan bersedia untuk tetap berinvestasi jika ingin menghasilkan uang.

Miliarder dan investor terkenal seperti Warren Buffett bahkan mendapatkan sebagian besar kekayaannya setelah usia 50 tahun.

6. Saham yang naik memberikan peluang investasi yang bagus

© Pexels.com

Ketika saham naik, semua orang ingin memanfaatkan peluang untuk menghasilkan uang. Ada ketakutan akan kerugian yang memaksa investor untuk segera berinvestasi di sebuah saham yang sedang naik.

Sayangnya, kondisi pasar saham sangat fluktuatif. Saham yang saat ini naik bisa turun sewaktu-waktu dan menyebabkan kerugian.

Untuk menghindari kerugian ini, kamu harus memahami bagaimana saham dinilai. Setiap saham memiliki bisnis yang mendasarinya, yang memiliki nilainya sendiri.

Saham bisnis yang baik diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai bisnis yang mendasarinya.

Ini karena pasar mengurangi penghasilan tertaksir masa depan menjadi nilai saat ini.

Harga saham yang tinggi berarti saham lebih mahal dibandingkan bisnis yang mendasarinya.

Ketika kamu membeli perdagangan saham dengan harga lebih tinggi, kamu membayar semua pendapatan bisnis di masa depan.

Artinya, kamu memiliki sedikit peluang menghasilkan uang dengan berinvestasi di saham. Membayar harga saham yang terlalu tinggi bahkan untuk perusahaan yang populer cenderung bukan keputusan investasi yang bagus.

Baca Juga: Investasi Saham di Tengah Pandemi Corona, Masih Aman Tidak, Ya?

Setelah membaca artikel ini, kamu jadi tahu bukan, bahwa tidak semua mitos investasi saham di atas benar. Kamu bisa berinvestasi saham dengan bijak jika memahami dasar-dasar investasi saham dengan baik.

Selain saham, ada banyak jenis investasi lainnya yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa mendapatkan berbagai informasi seputar ini melalui newsletter Glints, lho.

Setiap minggunya, Glints akan mengirimkan berbagai artikel pilihan langsung ke inbox emailmu.

Apakah kamu tertarik? Kamu bisa daftar di sini untuk mendapatkan newsletter mingguan dari Glints.

Sumber

    6 Investing Myths You HAVE to Forget

    The 5 Biggest Stock Market Myths

glints.com.