publiknesia.com – Platform musik Spotify mengungkapkan jumlah pelanggan berbayar Spotify tembus 195 juta pada kuartal ini 2022, naik 13 persen atau bertambah 7 juta pelanggan dibanding kuartal sebelumnya. Spotify optimistis jumlah pelanggan berbayarnya akan tembus 200 juta pelanggan pada akhir tahun nanti.

Jumlah pengguna aktif bulanan Spotify (MAU/Monthy Active Users) sebanyak 456 juta. Sayangnya, saham Spotify merosot sebanyak 6 persen sehingga membuat margin laba kotor perusahaan turun menjadi 24,7 persen Seperti dilansir XDA Developers.

Tak hanya itu, kebijakan kenaikan harga langganan Apple Music juga ternyata berdampak ke Spotify. Hal ini yang mungkin mendorong Spotify juga untuk merambah ke industri podcast (siniar) dan menawarkan layanan buku audio (audio book) di AS. Layanan podcast Spotify Juga tumbuh sebanyak dua digit dan mendapatkan respon bagus dari pasar.

“Di akhir kuartal III-2022, kami memiliki 4,7 juta (konten) podcast di dalam platform. Jumlah MAU (Monthly Actice Users) di podcast tumbuh dua digit Y/Y (year on year) dan tingkat konsumsi podcast per pengguna mengalami peningkatan,” tulis Spotify dalam laporannya.

Dikalahkan Apple Music

Saat ini layanan streaming Apple Music memiliki 100 juta lagu terdaftar sekaligus. Padahal, Apple Music baru memiliki 30 juta lagu pada Juni 2015.

Apple mengungkapkan ada 20.000 judul lagu masuk ke layanan pesaing Spotify dan Youtube Music setiap harinya.

“Ini jumlah yang sangat besar,” kata Rachel Newman (Kepala Bidang Konten dan Editorial Global Apple).

Saat ini Apple Music mengalahkan Spotify yang memiliki sekitar 80 juta lagu, Youtube Music memiliki 80 juta lagu dan Amazon Music sudah mengoleksi 90 juta lagu.

Saat ini Apple masih mengandalkan lagu-lagu sentuhan manusia karena sebagian besar dikurasi oleh orang-orang yang ditugaskan khusus.

“Kami tahu bahwa, terutama pada saat ini, kurasi oleh manusia akan menjadi kunci yang menjadikan kami sebagai yang terbaik dalam menghubungkan artis dan pendengar,” beber Apple seperti dikutip Engadget.

Ada sekitar 40 persen dari lagu di Apple Music berbahasa Inggris. Sisanya adalah lagu dan musik dari 350 bahasa dan dialek.

Top chart pada layanan tersebut juga sering diisi oleh lagu-lagu dari Jepang, Kolombia, Ghana, Nigeria dan Korea Selatan.