publiknesia.com – Pandemi akibat virus Covid-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan, termasuk cara bekerja. Jika dulu karyawan bekerja dari pagi hingga sore di kantor, kini terdapat era baru yang disebut dengan hybrid working.

Sejak kemunculan virus Covid-19 semua orang diharuskan untuk menjaga jarak guna mengurangi risiko penularan.

Hal itu pun membuat banyak perusahaan yang akhirnya menerapkan WFH (Work from Home) atau bekerja dari rumah.

Konsep hybrid working pun diprediksi oleh banyak ahli akan semakin populer hingga beberapa tahun ke depan.

Nah, jika kamu penasaran dengan apa sebenarnya konsep hybrid working, coba simak terus penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Hybrid Working?

© Freepik.com

BBC menjelaskan bahwa hybrid working lebih mencakup pada kebebasan mengenai di mana karyawan harus bekerja.

Karyawan boleh menyesuaikan di mana mereka ingin bekerja apakah itu di kantor atau bekerja dari rumah.

Memang, konsep dari hybrid working adalah penggabungan dari bekerja di kantor dengan bekerja dari rumah atau lokasi lainnya.

Jadi, perusahaan yang menerapkan konsep ini akan memberikan keleluasaan kepada para karyawannya untuk bekerja dari mana saja.

Karyawan boleh bekerja di kantor tapi mereka lebih fleksibel dan tidak terpaku dengan aturan bekerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore.

Pasalnya, karyawan juga dipersilakan untuk bekerja dari rumah atau tempat lain yang mereka kehendaki.

Sebenarnya konsep hybrid working sudah ada sejak lama tapi trennya dipercepat akibat adanya pandemi Covid-19.

Saat menerapkan hybrid working, perusahaan akan menetapkan hari-hari tertentu agar karyawannya masuk kerja ke kantor.

Saat di kantor, biasanya digunakan untuk rapat dan kolaborasi antar tim. Selain itu, saat ada kegiatan mentoring, pengembangan diri, atau orientasi juga diperlukan kedatangan karyawan di kantor.

Sementara itu, untuk pekerjaan individu setiap karyawan bisa bebas dikerjakan dari rumah atau tempat mana pun yang diinginkannya.

Kelebihan dan Kekurangan Hybrid Working

© Freepik.com

Kelebihan

Konsep hybrid working semakin populer karena memiliki beberapa kelebihan yang bisa menguntungkan baik karyawan maupun perusahaan. Berikut ini beberapa di antaranya:

a. Fleksibilitas

Kelebihan pertama dari konsep hybrid working adalah fleksibilitas yang bisa dirasakan oleh setiap karyawan.

Saat bisa bekerja di kantor sekaligus di rumah, tentunya membuat karyawan bisa memiliki lebih banyak waktu berkumpul dengan keluarga.

Selain itu, kelelahan akibat waktu perjalanan dari rumah ke kantor juga bisa berkurang saat menerapkan konsep yang satu ini.

Tempat kerja yang menggunakan konsep ini tidak mengharuskan semua karyawan bekerja pada waktu yang sama.

Hal tersebut memungkinkan karyawan untuk menentukan waktu kerja yang menurut mereka paling produktif.

b. Meningkatkan kesejahteraan karyawan

Selain jam kerja yang lebih fleksibel, kesejahteraan karyawan juga bisa meningkat dengan menerapkan hybrid working.

Menurut Compass Offices, kesempatan bagi karyawan untuk bekerja dari rumah dapat membantu mereka dalam meningkatkan kesejahteraannya dan memiliki work life balance.

Saat kesejahteraan karyawan tercukupi tentunya mereka akan lebih produktif sehingga bisa bermanfaat baik bagi perusahaan.

c. Mengurangi biaya operasional kantor

Biaya operasional perusahaan juga akan lebih sedikit jika menerapkan hybrid working karena tidak semua karyawan harus datang ke kantor.

Hal yang satu ini tentunya sangat bermanfaat bagi perusahaan yang baru merintis seperti startup yang masih belum memiliki kantor sendiri.

Biaya sewa tempat, makanan ringan, hingga makan siang bisa dipangkas karena tidak semua karyawan datang ke kantor setiap hari. Jadi, biaya operasional kantor pun bisa menjadi lebih hemat.

Kekurangan

Tidak hanya memiliki beberapa kelebihan saja, konsep hybrid working tentunya juga memiliki beberapa kekurangan. Inilah beberapa contohnya:

a. Komunikasi

Jika ingin memiliki tim yang kompak tentunya komunikasi adalah hal paling utama yang harus diperhatikan. Sayangnya, komunikasi bisa menjadi tantangan tersendiri saat menerapkan hybrid working.

Sebenarnya ada banyak sekali tools yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan para anggota tim.

Namun, berkomunikasi dengan memanfaatkan teknologi dan bertemu secara tatap muka sangatlah berbeda.

Bahkan, tidak sedikit orang yang akhirnya mengalami miskomunikasi dan memperburuk hubungan antar individu.

b. Tidak semua karyawan paham dengan teknologi

Bagi perusahaan yang akan menerapkan hybrid working juga harus memperhatikan kesanggupan karyawannya.

Pasalnya, tidak semua karyawan paham dengan teknologi terkini yang dibutuhkan saat melakukan kerja dari rumah.

Selain masalah kepahaman, banyak pula karyawan yang tidak memiliki gadget atau akses internet yang mumpuni. Meskipun terdengar sepele, tapi hal-hal seperti itu sangatlah berpengaruh pada produktivitas.

c. Sulit mempertahankan produktivitas

Saat bekerja di kantor biasanya kita akan lebih produktif karena waktu kerja yang sudah dipastikan, misalnya dari pukul 9 pagi hingga 5 sore.

Hal itu sangat berbeda saat kita bekerja dari rumah yang memiliki batasan antara saat bekerja dan kehidupan pribadi sangatlah tipis.

Menurut Jostle, tidak semua karyawan mampu selalu produktif saat bekerja dari rumah.

Ada banyak yang malah merasa kewalahan hingga akhirnya mengalami burn out akibat bekerja terlalu lama.

Demikianlah penjelasan mengenai hybrid working, konsep yang menggabungkan bekerja dari rumah dan di kantor yang makin populer.

Apakah di kantor kalian sudah menerapkan konsep bekerja yang satu ini? Jika belum, apakah kamu tertarik untuk mencobanya?

Selain kerja secara hybrid, banyak perusahaan juga diprediksi akan mengambil jalan tengah antara kerja di kantor dan di rumah atau kafe dengan konsep work from anywhere (WFA).

Sistem ini lebih fleksibel karena memberi ruang orang yang ingin kerja di mana saja.

Mau tahu sistem kerjanya seperti apa? Mau tahu pula bagaimana cara mendapatkan pekerjaan dengan sistem ini?

Simak jawabannya dalam e-book Glints Panduan Work from Anywhere. Ada info lengkap soal apa itu WFA beserta kelebihannya.

Yuk, baca panduan lengkapnya dengan isi formulir terlebih dulu dan download e-book di sini.

Sumber

    Why the future of work might be ‘hybrid’

    Pros and Cons of a Hybrid Work Schedule

    Pros and cons of the hybrid workplace model