publiknesia.com – JAKARTA, Investor.id – Pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), karena merupakan prasyarat utama mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam hal, ini pengembangan UMKM tidak hanya dalam bantuan pembiayaan, tetapi termasuk peningkatan literasi digital.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menargetkan 30 juta pelaku UMKM go digital tahun 2024. Namun, saat ini, baru 24% pelaku UMKM yang memanfaatkan teknologi digital dengan berjualan di berbagai platform e-commerce. Padahal, berdasarkan laporan Google, Temasek dan Bain, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi digital senilai USD 124 miliar tahun 2025.

“Kita harus sambut baik potensi ini, karena merupakan yang tertinggi di kawasan regional dan merupakan peluang besar bagi sektor UMKM untuk melakukan transformasi digital, mengisi marketplace dan menjadi bagian dari rantai pasok global,” ucap Airlangga, akhir pekan lalu.

Menurut dia, digitalisasi akan memudahkan UMKM bersinergi dengan berbagai produk jasa keuangan, utamanya dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Saat ini, sudah banyak bank umum yang mengembangkan digital banking agar dapat menyasar pasar yang lebih luas. Sektor UMKM dapat memanfaatkan platform tersebut sebagai bentuk implementasi digitalisasi keuangan.

“Pemerintah mendorong akselerasi adopsi teknologi digital oleh UMKM agar tetap produktif dan dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Dukungan tersebut melalui program Kakak Asuh, UMKM e-catalog, dan program Bangga Buatan Indonesia,” ujar Menko Airlangga.

Berdasarkan hasil survei Core, sebanyak 70% pelaku UMKM mengalami kenaikan pendapatan rata-rata 30% saat tergabung dalam ekosistem digital. Adapun berdasarkan Survei Aktivitas Bisnis UMKM yang dilakukan oleh BRI, indeks bisnis UMKM pada kuartal II-2022 naik menjadi 109,4. Ini menunjukkan para pelaku UMKM berada di level optimistis.

Pemerintah, kata Airlangga, telah memberikan kemudahan akses terhadap pembiayaan UMKM melalui penyaluran KUR, subsidi bunga KUR, penjaminan kredit modal kerja, PPh final tarif 0% UMKM, dan perpanjangan restrukturisasi kredit. Hingga akhir Juli 2022 penyaluran KUR telah terealisasi sebesar Rp 209 triliun atau setara 56% dari target 2022, yang diberikan kepada 4,4 juta debitur.

Selain bantuan pembiayaan, demikian Airlangga, berbagai kemudahan juga diberikan pemerintah kepada UMKM, seperti pendaftaran perizinan secara elektronik, fasilitasi standardisasi dan sertifikasi untuk ekspor, akses pembiayaan dan penjaminan, serta pengutamaan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun BUMN.

“Dengan dukungan nyata dari dunia usaha, seperti pelatihan yang dilakukan saat ini, kami yakin UMKM bisa pulih lebih cepat dan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata Menko Airlangga.