publiknesia.com – Desain seri ThinkPad dikenal dengan desain klasik ala Lenovo yang khas. Dengan tampilan agak jadul, justru ini yang menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dengan notebook lainnya. Desain ini memang disesuaikan untuk pekerja kantoran atau pebisnis yang lebih mengutamakan performa, fungsi, serta keamanan.

Dibanding notebook lain bernuansa kekinian, layar Lenovo ThinkPad X395 juga masih bernuansa jadul. Hal itu bisa dilihat dari tampilan bezel yang berukuran cukup tebal. Bezel atas menyertakan webcam dengan resolusi 720p yang dilengkapi keamanan tambahan berupa ThinkShutter yang berfungsi untuk menutup kamera ketika sedang tidak digunakan.

Namun, secara spesifikasi, layarnya sendiri sudah menggunakan panel IPS yang memiliki kualitas lebih baik dibanding TN atau VA. Layarnya punya resolusi Full HD dengan ukuran 13,3 inci serta tingkat kecerahan sekitar 300 cd/m2. Memiliki viewing angle yang luas, layarnya juga sudah dilengkapi dengan antiglare untuk menghindari pantulan cahaya.

Desain klasik juga terlihat pada area kibor, utamanya dengan menyertakan TrackPoint di tengah area kibor. Begitu pula dengan tampilan touchpad beserta tombol fisik dengan warna ikonik seri ThinkPad yang khas.

Seri ThinkPad menyertakan beberapa fitur keamanan tambahan, seperti sensor sidik jari untuk membatasi login ke Windows serta TPM (Trusted Platform Module) untuk enkripsi yang mengamankan data. Tidak ketinggalan adalah smart card reader. Belum lagi peranti lunak Lenovo Vantage yang juga menyediakan fitur seperti WiFi Security untuk mendeteksi keberadaan Wi-Fi yang ingin digunakan untuk menilai keamanannya.

Penggunaan untuk kalangan bisnis juga dipertegas dengan digunakannya prosesor AMD Ryzen 7 PRO. Yang menjadi pembeda, prosesor ini telah disematkan fitur keamanan dan manajemen yang tidak dijumpai pada versi non-PRO.

ThinkPad X395 menggunakan AMD Ryzen 7 PRO 3700U yang punya base clock 2,3 GHz dan turbo clock sampai 4 GHz. Tidak ketinggalan, prosesor dengan empat core dan delapan thread ini sudah memiliki grafis terintegrasi Radeon Vega 10 Graphics.

Kami menyukai performa dari AMD Ryzen 7 PRO 3700U. Hal tersebut terlihat pada skor pengujian yang didapat. Salah satunya pada Cinebench R20 yang menyimulasikan rendering 3D dengan skor mencapai 1224 points untuk multicore. Skor tersebut, bila melihat kumpulan skor yang ditampilkan di hwbot.org, mirip dengan Intel Core i5-8265U. Penggunaan kode U pada kedua prosesor ini memang menandakan penggunaan daya yang lebih efisien untuk menjaga suhu serta baterai.

Yang menarik, sistem menyediakan fungsi tersembunyi untuk performa. Dengan menekan kombinasi tombol Fn + Q, Anda bisa mengalihkan sistem ke pilihan Performance atau Quiet. Pilihan Performance ditujukan untuk mengoptimalkan kinerja prosesor dengan meningkatkan frekuensi kerja alias clock. Pada pilihan ini kipas juga bekerja lebih maksimal sehingga putarannya lebih terdengar. Pada pengujian kami menggunakan pengaturan ini.

Sedangkan pilihan Quiet akan merendahkan frekuensi kerja dan kipas pun berputar pelan sehingga tidak menimbulkan bunyi yang berisik. Pilihan Quiet ini cocok ketika digunakan menjalankan aplikasi lebih ringan seperti mengetik.

Sementara, untuk Radeon Vega 10 Graphics, grafis ini cocok untuk aktivitas multimedia ataupun multitasking. Radeon Vega 10 Graphics kurang cocok untuk menjalankan gim-gim berbasis DirectX terkini. Pada pengujian yang diwakili Aliens vs Predator dengan resolusi Full HD, ThinkPad X395 hanya mendapatkan rata-rata 27 fps yang memang kurang ideal.

Bagusnya lagi, notebook ini memiliki manajemen suhu yang baik, utamanya ketika prosesor bekerja secara optimal. Kami melakukan stress test menggunakan AIDA64 dan memantau frekuensi kerja prosesor serta suhunya. Selama 15 menit, ternyata frekuensi kerja stabil berada pada kisaran 3 GHz yang artinya masih di atas base clock.

Tidak cuma itu, pada kondisi stress test, suhu yang terpantau hanya berada pada kisaran 66° C dengan suhu maksimal hanya mencapai 73° C. Dengan frekuensi kerja pada kisaran 3 GHz, prosesor ini mampu menampilkan performa tinggi sambil menjaga suhu tidak tinggi.

Hanya saja untuk daya tahan baterai, pengujian kami kurang memenuhi ekspektasi. Dengan penggunaan prosesor berkode U yang lebih efisien, pada pengujian kami menjalankan video Full HD secara terus menerus sampai baterai “habis”, daya tahan baterainya hanya 6 jam 1 menit.

Pada pengujian baterai skenario kedua menggunakan PCMark 10 dengan skenario Modern Office yang menyimulasi aplikasi berbasis office, baterainya mampu bertahan sampai 8 jam 43 menit. Hasil ini secara umum menunjukkan daya tahan yang tidak terlalu istimewa, meski juga tidak jelek.

Kesimpulan

Lenovo ThinkPad X395 merupakan pilihan menarik berkat penggunaan prosesor AMD seri Ryzen 7 PRO yang menawarkan performa baik tanpa menghasilkan suhu berlebih. Apalagi kehadiran fitur keamanan yang sudah menjadi ciri seri ThinkPad, cocok digunakan oleh pebisnis. Dari sisi harga juga cukup menarik mengingat notebook sekelas biasanya berharga lebih tinggi.

Plus: Desain minimalis, performa baik dan suhu adem, tipis dan ringan, mengadopsi berbagai fitur keamanan, harga menarik.

Minus: Tampilan terkesan jadul.

Hasil Uji

Lenovo ThinkPad X395

*lebih cepat lebih baik, **lebih lama lebih baik

Spesifikasi