Publiknesia.com – SAYA TALIABU mengajak masyarakat untuk mewaspadai politik uang yang diduga dimainkan oleh pihak tertentu menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sembilan TPS di Pulau Taliabu. Money politik merupakan pelanggaran undang-undang sekaligus bentuk pembodohan politik yang mencederai demokrasi.
“Saya tidak mau itu terjadi di Pulau Taliabu,” tegas Sashabila Widya Lufitalia Mus, calon bupati Pulau Taliabu, dalam konferensi pers di Sekretariat SAYA TALIABU, Kamis (3/4).
Sashabila mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan segala bentuk pelanggaran pemilu, terutama praktik politik uang yang informasinya semakin masif menjelang PSU pada 5 April 2025. Menurut alumnus Manchester University ini, politik uang adalah cara yang tidak sehat dalam berdemokrasi dan justru merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
“Masyarakat harus diedukasi agar cerdas dalam memilih pemimpin. Jangan hanya sekadar menghindari politik uang, tapi lebih dari itu, gunakan hak demokrasi dengan baik dan benar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa informasi mengenai dugaan praktik politik uang harus diketahui masyarakat agar mereka sadar bahwa di era demokrasi terbuka ini masih ada pihak yang menggunakan cara-cara menyimpang demi kepentingan politik.
“Ini adalah bentuk pembodohan masyarakat. Jika ada yang memandang rakyat hanya sebatas angka yang bisa dibeli, itu penghinaan terhadap demokrasi kita,” kata Sashabila.
Cabup Taliabu itu juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkada, termasuk paslon dan timnya, agar bertindak bijak serta mengutamakan edukasi politik yang santun.
“Saya berharap semua pihak fokus pada edukasi dan menggunakan cara-cara politik yang cerdas. Jangan sampai justru memilih jalan yang merusak, yang mengabaikan akal sehat dan martabat masyarakat. Siapapun yang terpilih nanti, kita harus menerima dengan lapang dada, karena Taliabu adalah milik kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dewan Pengarah SAYA TALIABU, Siliwanus Tono Himalaya, menilai kondisi sosial masyarakat Pulau Taliabu menjelang PSU masih tetap kondusif.
“Isu politik uang di masa-masa seperti ini memang biasa muncul. Tapi sejauh ini, saya yakin pilihan masyarakat tidak akan mudah dipengaruhi dengan iming-iming materi,” kata Tono.
Ia menegaskan bahwa tim SAYA TALIABU tetap solid dalam mengamankan basis suara di sembilan TPS yang akan melaksanakan PSU.
“Kami ingin membuktikan bahwa politik bisa dijalankan dengan santun dan berwibawa. Pemimpin yang terpilih haruslah hasil dari suara rakyat yang jujur, bukan karena transaksi,” tambahnya.
Sebelumnya, santer beredar isu bahwa praktik politik berbayar dalam PSU ini mencapai Rp2 juta per pemilih.
Namun, tim SAYA TALIABU menegaskan bahwa pihaknya tetap fokus pada strategi pemenangan yang bersih dan berbasis dukungan murni dari masyarakat.
“Dengan hanya tersisa dua hari menuju PSU, masyarakat Taliabu diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak demi masa depan daerah yang lebih baik,” tandasnya.(Redaksi)













Komentar