DAVOS – Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan pidato penting dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada 20 Januari 2026. Dalam pidato tersebut, Carney memperingatkan bahwa dunia tengah mengalami “keretakan” serius dalam tatanan internasional, menandai berakhirnya era stabilitas global yang selama ini ditopang oleh hegemoni Amerika Serikat.
Carney menyerukan agar negara-negara berkekuatan menengah bersikap berprinsip sekaligus pragmatis dalam menghadapi realitas baru global. Ia menilai bahwa tatanan internasional berbasis aturan tidak lagi berjalan sebagaimana diklaim, dan kini telah bergeser menjadi sistem persaingan kekuatan besar, di mana negara terkuat menggunakan integrasi ekonomi, tarif, infrastruktur keuangan, dan rantai pasok sebagai alat tekanan.
Pidato tersebut juga menyinggung langkah Kanada untuk mendiversifikasi kebijakan luar negerinya, termasuk melalui kemitraan strategis baru dengan China dan Qatar. Seorang pakar China menilai pernyataan Carney mencerminkan penilaian ulang Ottawa terhadap tatanan global di tengah meningkatnya tekanan dan ancaman dari Washington. Pendekatan Kanada terhadap China dinilai bukan langkah taktis jangka pendek, melainkan sinyal kejelasan strategis yang lebih luas demi menjaga otonomi nasional.
Media Barat menafsirkan pidato Carney sebagai kritik terselubung terhadap kebijakan Amerika Serikat. The New York Times, BBC, dan CNN menyoroti bahwa meskipun Carney tidak menyebut Presiden Donald Trump secara langsung, arah kritiknya jelas mengarah ke Washington, khususnya terkait kebijakan tarif dan penggunaan kekuatan ekonomi sebagai alat paksaan. Global News bahkan menyebut runtuhnya tatanan internasional berbasis aturan sebagai ironi, mengingat AS selama puluhan tahun menjadi pengusung utama sistem tersebut.
Carney juga menegaskan posisi Kanada terkait isu Arktik, dengan menyatakan dukungan penuh terhadap kedaulatan Greenland dan Denmark, serta menolak tarif atas Greenland. Pernyataan ini disambut tepuk tangan hadirin Davos.
Pidato tersebut mendapat respons positif luas di media sosial dan kalangan analis internasional, yang memuji kejujuran dan keberanian Carney dalam menyampaikan realitas global. Banyak pengamat menilai pidato itu mencerminkan keresahan yang juga dirasakan sejumlah negara Barat dan Global Selatan di tengah meningkatnya ketidakpastian tatanan dunia.
Menurut pakar China Li Haidong, pidato Carney menunjukkan bahwa Kanada tidak lagi bisa sepenuhnya bergantung pada AS tanpa risiko kehilangan otonomi strategis. Memperkuat hubungan dengan China dan memperluas kerja sama multilateral dipandang sebagai langkah penting bagi Kanada untuk menyeimbangkan posisinya dalam tatanan global yang terus berubah.













Komentar