TALIABU – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu memanfaatkan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026 untuk menginisiasi langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Melalui program bertajuk Gerakan Menanam di Halaman Sekolah, Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, secara simbolis meresmikan transformasi lahan sekolah menjadi area produktif. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan GOR Kota Bobong, Jumat (1/5/2026).
Rangkaian acara diawali dengan jalan santai dan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti unsur Forkopimda. Kegiatan ini diproyeksikan sebagai implementasi lokal dari visi Asta Cita ke-2 Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada pembangunan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
Bupati Sashabila Mus mengatakan bahwa agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiasi yang sebelumnya telah dilakukan bersama Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Akmal Malik, di SMPN 1 Taliabu Barat dan SMPN Kawalo.
“Kegiatan hari ini merupakan perluasan dari program yang telah kita mulai bersama Bapak Dirjen Polpum Kemendagri di SMPN 1 Taliabu Barat dan SMPN Kawalo,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, gerakan menanam tanaman produktif tidak boleh berhenti pada beberapa sekolah saja, melainkan harus menjadi gerakan masif di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Pulau Taliabu.
Menurutnya, institusi pendidikan harus berperan sebagai laboratorium hidup dalam membangun kemandirian bangsa. Karena itu, halaman sekolah kini didorong menjadi area pertanian hortikultura produktif yang mampu menyuplai kebutuhan pangan secara mikro.
“Hardiknas tahun ini menjadi titik awal untuk tidak lagi membiarkan lahan sekolah menjadi lahan tidur. Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar, di mana anak-anak kita dididik untuk mandiri dalam memproduksi pangan mereka sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jenis tanaman yang dipilih merupakan komoditas dengan kebutuhan harian tinggi di masyarakat.
“Gerakan ini difokuskan pada penanaman sayur-mayur, cabai, serta tanaman rimpang seperti kunyit, jahe, dan sereh,” ungkapnya.
Bupati berharap setiap sekolah dapat berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan lokal yang segar dan sehat, baik untuk kebutuhan siswa maupun kantin sekolah, sebagai bagian dari upaya swasembada pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Taliabu, Damruddin, M.Pd, menyampaikan bahwa gerakan simbolis ini akan dilanjutkan dengan penanaman serentak di seluruh satuan pendidikan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan teknis di lapangan akan mendapat pendampingan dari tim penyuluh Dinas Pertanian guna memastikan keberlanjutan program.
Menurutnya, integrasi kegiatan pertanian di lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter.
“Melalui kegiatan menanam, kami ingin menanamkan nilai gotong royong, ketekunan, serta kecintaan terhadap lingkungan sebagai fondasi menuju Indonesia yang berwawasan ekologis,” pungkasnya.(*)
Implementasi Asta Cita di Hardiknas, Sashabila Canangkan Gerakan Menanam













Komentar