KEPULAUAN SULA – Insiden ketegangan yang melibatkan mantan Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes (HT), dan seorang pegawai Dinas Perhubungan bernama Don, di Pasar Makdahi Sanana berakhir damai.
Keduanya sepakat menutup masalah tersebut setelah dipertemukan di ruang SPKT Polres Kepulauan Sula, di mana momen perdamaian bahkan diwarnai pelukan.
Hendrata Thes secara terbuka mengakui kekhilafannya, menyebut insiden kontak fisik itu sebagai akibat dari kesalahpahaman sederhana soal jalur keluar pasar dan menegaskan bahwa masalah telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Ketegangan antara HT dan Don terjadi seputaran terminal Basanohi, Desa Fogi. Keduanya terlibat adu mulut yang cepat memanas dan berujung pada kontak fisik singkat. Akar masalahnya adalah kesalahpahaman mengenai jalur keluar pasar yang memicu emosi kedua belah pihak.
Sehari setelah kejadian, suasana yang sempat tegang tersebut mencair. Hendrata Thes dengan jiwa besar dan lapang dada mengakui kesalahannya.
“Saya akui, saya sempat kehilangan kendali. Tapi semua berawal dari salah paham. Kami sudah berdamai secara kekeluargaan,” ujar HT, Kamis (30/10/2025).
Di tempat yang sama, Don juga menunjukkan sikap yang sama dewasanya. Pegawai Dinas Perhubungan tersebut memilih menerima permintaan maaf dari Hendrata Thes, dan bersepakat untuk tidak memperpanjang masalah, sehingga insiden ini resmi ditutup.
Mantan Bupati Kepulauan Sula itu mengaku mengambil pelajaran penting dari kejadian tersebut. Baginya, insiden kecil ini menjadi pengingat tentang betapa pentingnya komunikasi yang baik dan pengendalian diri, bahkan dalam situasi yang terlihat sederhana seperti di jalan raya atau area publik.
“Saya berharap nanti ada tanda larangan yang jelas di lokasi itu, supaya tidak menimbulkan salah paham lagi,” tutupnya.(*)













Komentar