Publiknesia.com – Pengelolaan sektor perikanan di Kabupaten Pulau Taliabu kembali menjadi perhatian publik dalam debat kandidat kedua Pilkada Taliabu.
Masalah utama yang diangkat adalah minimnya data akurat terkait potensi perikanan, termasuk rumput laut dan hasil laut lainnya, yang dinilai menghambat optimalisasi sektor ini.(16/11/2024)
Calon Bupati nomor urut satu, Sashabila Mus, dan Wakil Bupati nomor urut tiga, Dedi Mirzan, menyinggung persoalan ini dalam debat. Keduanya sepakat bahwa pengumpulan data perikanan harus menjadi prioritas agar potensi laut Taliabu dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami akan memastikan adanya sistem pengumpulan data yang akurat untuk mendukung perencanaan dan pengembangan sektor perikanan,” kata Sashabila saat menyampaikan visi dan misinya.
Masalah ini turut dibenarkan oleh Kabid Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Taliabu, Sulaiman. Dalam keterangannya, Sulaiman mengungkapkan bahwa data mengenai produksi rumput laut hingga ikan rumpong masih jauh dari kata lengkap.
“Untuk rumput laut, data produksi sudah ada, tetapi data penjualannya, baik di pasar lokal maupun yang keluar Taliabu, belum terkontrol dengan baik. Hal serupa terjadi pada produksi ikan rumpong. Hingga saat ini, kami belum memiliki instrumen kontrol yang memadai,” jelas Sulaiman kepada media ini.
Ia juga menambahkan bahwa minimnya pengawasan terhadap distribusi hasil laut, seperti tidak adanya surat keterangan membawa hasil, membuat pemerintah kesulitan mencatat volume penjualan ke luar daerah.
Menanggapi hal ini, Sashabila menegaskan bahwa pemerintahannya akan fokus membangun sistem pendataan terpadu yang melibatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan.
“Data adalah kunci untuk mengembangkan potensi besar Taliabu. Kami akan memastikan tidak ada lagi kekosongan data di sektor ini,” tegasnya.(Redaksi)













Komentar