KEPULAUAN SULA – Deker (gorong-gorong) di jalan utama Waikalopa, Desa Fukweu, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, ambruk akibat bencana alam.
Untuk mengatasi terputusnya akses, Balai Jalan Jembatan 32 Maluku Utara langsung turun tangan dan mengerahkan satu unit ekskavator untuk membangun jembatan darurat.
Menurut Koordinator Lapangan Balai Jalan Jembatan 32 Maluku Utara, S. Fajaryanto G. Umasangadji, penyebab utama ambruknya deker adalah bencana alam.
“Sekarang kami sedang melakukan pekerjaan tahap pertama dengan membuat jembatan darurat agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya. Selasa, (19/8/2025)
Ia menerangkan, pengerjaan dimulai sejak pagi hari dengan fokus pada evakuasi sisa beton yang ambruk ke sisi jalan dan membersihkan area untuk pembangunan jembatan darurat.
“Kami menggunakan batang kelapa untuk jembatan darurat ini. Diupayakan hari ini bisa selesai,” terang Fajaryanto.
Pihak Balai juga telah melaporkan kejadian ini ke kantor pusat pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIT. Untuk penanganan permanen, usulan perbaikan telah diajukan.
“Kami sudah mengajukan usulan, belum bisa dipastikan kapan direspon, tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat,” tuturnya.
Deker yang ambruk memiliki dimensi cukup besar dengan lebar bentangan sekitar 2,5 meter, panjang 11 meter, dan kedalaman sekitar 2,90 meter.
Ia berharap dengan adanya jembatan darurat, aktivitas warga dapat kembali normal sembari menunggu perbaikan permanen dari pihak Balai Jalan Jembatan 32 Maluku Utara.(*)











Komentar