Publiknesia.com – Petani cengkeh di Kabupaten Taliabu menghadapi masa sulit akibat harga cengkeh yang anjlok drastis dalam beberapa pekan terakhir.(25/7/2024)
Penurunan harga ini telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan petani di Taliabu yang mengandalkan tanaman ini sebagai sumber penghasilan utama.
Berdasarkan hasil pantauan Nesia, harga cengkeh yang sebelumnya berada di kisaran Rp 90.000 per kilogram kini turun menjadi Rp 50.000 per kilogram.
Penurunan tajam ini terjadi akibat beberapa faktor, termasuk penurunan permintaan di pasar internasional serta persaingan pengepul dari daerah penghasil cengkeh lainnya.
Padahal saat ini sedang memasuki musim panen cengkeh, yang seharusnya menjadi masa-masa penghasilan terbesar bagi para petani. Namun, dengan anjloknya harga, mereka terpaksa menghadapi kenyataan pahit.
Anjoi, seorang petani cengkeh di Desa Tabona, mengungkapkan kesulitannya.
“Kami sangat terpukul dengan turunnya harga ini, sementara biaya pemetikan harus pakai karyawan, sementara harga cengkeh menurun drastis,” ujarnya dengan nada cemas.
Ia menambahkan bahwa banyak petani terpaksa berhutang untuk membayar pekerja yang membantu dalam proses panen.
“Mau bagaimana lagi, disaat musim panen cengkeh, harga anjlok, mau tidak mau kita pinjam dulu uang sama rentenir,” pungkasnya
Para petani berharap adanya intervensi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini, baik melalui bantuan langsung maupun upaya mencari pasar baru untuk cengkeh mereka.(Redaksi)













Komentar