Publiknesia. Com – Pilkada Taliabu 2024 menghadirkan sebuah kejutan besar yang mengubah lanskap politik di daerah ini. Pasangan calon nomor urut 1, Sashabila Mus dan La Ode Yasir, yang hanya didukung oleh 7 kursi di DPRD, berhasil menggulingkan koalisi besar yang diusung oleh pasangan Citra Puspasari Mus dan La Utu Ahmadi.
Kemenangan pasangan ini menjadi bukti nyata bahwa dalam politik, kekuatan tidak selalu terletak pada jumlah kursi, tetapi pada kemampuan untuk menggerakkan hati rakyat.
Hasil resmi dari KPU Taliabu menunjukkan pasangan Sashabila-La Ode memperoleh 14.770 suara atau 42,49 persen, unggul dengan selisih 1.223 suara dari pasangan Citra-La Utu yang meraih 13.547 suara atau 39,97 persen. Pasangan Abidin Jaaba-Dedi Kirzan yang bertarung sebagai calon independen berada di posisi ketiga dengan 6.445 suara (18,54 persen).
Kemenangan Sashabila-La Ode terbilang fenomenal karena mereka hanya memiliki dukungan dari partai PKN, Hanura, Demokrat, NasDem, PKS, Gelora, Perindo.
Namun, mereka mampu meraih simpati pemilih dengan pendekatan yang lebih personal, fokus pada isu-isu lokal yang lebih mendalam, dan janji-janji yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat Taliabu.
“Politik itu bukan soal berapa banyak kursi yang dimiliki, tapi bagaimana kita bisa membangun hubungan dengan rakyat. Kami hadir untuk mendengarkan dan menyelesaikan masalah mereka,” ujar Sasha saat berkampanye
Disisi lain, pasangan Citra-Utu, yang diusung oleh koalisi partai seperti Golkar, PKB, Gerindra, PPP, dan PDI Perjuangan dengan total 14 kursi, harus menerima kenyataan bahwa kekuatan politik yang mereka miliki tidak cukup untuk memenangkan hati mayoritas pemilih.
Padahal mereka diuntungkan dengan dukungan partai-partai besar, mereka gagal menarik perhatian pemilih yang lebih memilih pendekatan yang lebih dekat dan konkret terhadap kebutuhan mereka.
Sebagai koalisi yang juga didukung oleh alat birokrasi pemerintahan di bawah Bupati sebelumnya, Aliong Mus, mereka seharusnya memiliki keunggulan. Namun, strategi kampanye yang kurang personal dianggap menjadi salah satu penyebab utama kekalahan mereka.
Kemenangan pasangan Sashabila-La Ode mengajarkan bahwa politik bukan hanya tentang kekuatan kursi atau dominasi partai besar.
Politik juga tentang bagaimana calon pemimpin dapat menyentuh hati masyarakat dengan visi dan misinya, serta kemampuan untuk membawa perubahan nyata.
Inilah yang menjadi kunci sukses pasangan ini dalam mengalahkan rival-rivalnya yang memiliki dukungan politik yang jauh lebih besar.
Paslon berakronim SAYA-Taliabu ini berhasil membuktikan bahwa dalam konteks Pilkada Taliabu, faktor kedekatan dengan masyarakat dan keberanian untuk membawa perubahan jauh lebih penting daripada hanya bergantung pada kekuatan politik yang besar.
Ini adalah pesan penting bagi para pemimpin dan partai politik lainnya, bahwa pemilih kini semakin kritis dalam memilih siapa yang mereka percayakan untuk memimpin.
Dengan kemenangan ini, Sasha – Yasir kini memegang kendali penuh untuk membawa Taliabu menuju perubahan yang lebih baik sebagaimana yang dijanjikan pada saat berkampanye
Masyarakat menantikan, bagaimana Bupati termuda ini bersama wakilnya akan mewujudkan berbagai janji kampanye yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Tentu, kemenangan ini juga membuka peluang bagi pasangan ini untuk menjadi simbol politik baru yang membawa angin segar bagi pembangunan di Negeri bersemboyan Hemungsia Sia Dufu
Kehadiran mereka sebagai pasangan dengan “kekuatan kecil” yang mengalahkan koalisi besar menunjukkan bahwa perubahan politik bisa datang dari mana saja, bahkan dari tempat yang tidak terduga.
Kini, Taliabu melihat masa depan yang penuh harapan, dengan harapan baru yang datang dari pasangan yang berani membawa perubahan.(Redaksi)













Komentar