TALIABU – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menindaklanjuti penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 7 April dengan merealisasikan kerja sama strategis bersama Institut Pertanian Bogor (IPB).
Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Startup Center IPB yang berfokus pada pembahasan strategi pengembangan ekosistem bisnis dan hilirisasi produk unggulan daerah.(11/04/2026)
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pulau Taliabu melakukan diskusi mendalam terkait transformasi komoditas lokal agar memiliki nilai tambah.
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, menyampaikan bahwa kerja sama ini menargetkan terciptanya hilirisasi pada sektor perkebunan dan kelautan.
Pemerintah daerah berkomitmen agar potensi sumber daya alam Taliabu, seperti cengkeh, kelapa, pala, kakao, hingga rumput laut, tidak lagi dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Pemerintah menginginkan adanya perubahan signifikan terhadap hasil bumi Taliabu. Misalnya, kakao diolah menjadi bubuk cokelat, kelapa menjadi berbagai produk turunan, serta rumput laut diproses menjadi olahan makanan berkualitas,” ujar Sashabila.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop Pulau Taliabu, La Ode Jhony Azwar Yasir, menjelaskan bahwa kerja sama ini juga mencakup pendampingan teknis secara menyeluruh. Startup Center IPB akan memberikan dukungan mulai dari riset bahan baku hingga membantu membuka akses pemasaran ke pasar yang lebih luas.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini dapat mendorong terbentuknya ekosistem bisnis yang mandiri di Pulau Taliabu.
“Dengan dukungan riset dan teknologi dari IPB, kami optimistis produk-produk lokal Taliabu mampu memenuhi standar kualitas pasar nasional dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani serta pelaku usaha di daerah,” tutupnya.(*)
Pemda Taliabu Matangkan Hilirisasi Produk Unggulan Bersama IPB













Komentar