TALIABU – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), bersama sejumlah mitra meluncurkan program Tamasya Merdeka (Taman Asuh Sayang Anak Merdeka) di Desa Kramat. Selasa, (20/8/2025).
Acara peluncuran ini dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, perwakilan pimpinan OPD, PKK, Dharma Wanita Persatuan, Pokja Bunda PAUD, Himpaudi, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Program ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam menciptakan ruang pengasuhan anak yang aman, sehat, dan edukatif bagi anak-anak usia 0-72 bulan.
Kepala DP2KB Nurbintang menjelaskan, Tamasya Merdeka dirancang sebagai model layanan pengasuhan modern yang mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari kesehatan, gizi, pendidikan, pembinaan karakter, hingga layanan rujukan.
“Ini merupakan terobosan pengasuhan berbasis keluarga dan komunitas,” ujar Nurbintang.
Ia menyebutkan, Tamasya Merdeka menawarkan empat layanan utama, yakni pendampingan anak, pendampingan orangtua, pendampingan pengasuh, serta layanan rujukan.
Layanan ini beroperasi setiap Senin hingga Jumat di Balai Penyuluh KB Desa Kramat, dengan tenaga pengasuh dari kader Bina Keluarga Balita (BKB) yang telah dilatih secara khusus
Nurbintang menjelaskan, saat ini program telah diikuti oleh sembilan anak berusia tiga bulan hingga lima tahun. Mereka berasal dari keluarga dengan latar belakang beragam, termasuk ASN, pegawai P3K, dan wiraswasta. Selain fokus pada pengasuhan anak, program ini juga menjadi sarana pemberdayaan orangtua dan kader.
Menurutnya, program inovatif ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu, yaitu MUDA (Mandiri, Unggul, Damai, dan Adaptif).
Program ini juga selaras dengan empat program unggulan BKKBN, yakni GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), dan SIDAYA (Lansia Berdaya).
Ia mengungkapkan, pelaksanaan Tamasya Merdeka didukung penuh oleh berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, organisasi masyarakat, pelaku usaha, UMKM, hingga tokoh agama.
“Pengelolaannya dilakukan secara swadaya dengan sistem pendanaan yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya
Nurbintang berharap, dengan diluncurkannya Tamasya Merdeka, Taliabu dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya pengasuhan berkelanjutan
“Dengan program ini, semoga kedepan dapat mencetak generasi cerdas, sehat, berakhlak mulia, dan berdaya saing,” tandasnya.(*)













Komentar