​Sejumlah Tokoh Mencuat Jelang Kongres IV PP HPMS di Ternate, Panitia Pastikan Demokratis

KEPULAUN SULA – Menjelang pelaksanaan Kongres ke-IV Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Januari 2026 di Kota Ternate, Maluku Utara, sejumlah isu hangat mulai mencuat di internal organisasi.

Salah satu isu yang paling menyita perhatian adalah dugaan adanya skenario pemilihan Ketua Umum secara aklamasi tanpa melalui mekanisme pemungutan suara.

Isu tersebut menuai beragam tanggapan dari kader serta pengurus cabang yang berharap agar prinsip demokrasi dan konstitusi organisasi tetap dijunjung tinggi dalam forum tertinggi tersebut.

​Dinamika ini bahkan merambah ke media sosial melalui kritik dari mantan pengurus HPMS alumni Makassar, akun Facebook bernama UBU, yang menuliskan status “Jang kamong atur mau aklamasi.”

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Penjaringan Calon Ketua Umum HPMS, Hasan Kabau, secara tegas membantah adanya isu miring tersebut.

Ia menyatakan bahwa informasi mengenai rencana aklamasi tidak memiliki dasar yang kuat karena proses yang berjalan saat ini sangat transparan.

“Kami tegaskan isu aklamasi itu tidak ada. Penjaringan calon dibuka secara terbuka dan demokratis. Tidak ada settingan atau skenario tertentu.” ujarnya. Jumat (9/1/2025)

Pernyataan ini sekaligus mempertegas bahwa panitia tetap berpegang pada aturan main yang berlaku di organisasi.

Sebagaimana diketahui, panitia telah resmi membuka masa penjaringan bakal calon selama tiga hari, terhitung sejak Kamis (8/1) hingga Sabtu (10/1).

​Mengenai mekanisme pendaftaran, pria yang akrab disapa Acang ini menjelaskan bahwa persyaratan yang ditetapkan tidaklah memberatkan.

Para bakal calon hanya diminta mengisi formulir dan memenuhi ketentuan administratif sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Syarat calon mengacu pada ART, salah satunya minimal berpendidikan S1 karena ini pemilihan Pengurus Pusat. Tujuannya agar calon yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas untuk memimpin HPMS,” jelasnya

​Meski beberapa ketentuan teknis masih dibahas dalam pleno internal tim penjaringan, panitia berkomitmen untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik Kabupaten Kepulauan Sula.

Hal ini terlihat dari keterbukaan panitia dalam menerima pendaftar dari berbagai latar belakang.

“Kami membuka ruang kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula, baik generasi muda maupun para sesepuh yang memiliki keinginan dan kapasitas untuk berkompetisi dalam kongres ini,” tambahnya

​Meskipun bursa calon mulai ramai dibicarakan oleh publik, Hasan mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun figur yang secara resmi mengambil formulir pendaftaran.

“Sampai hari ini belum ada yang mengambil formulir. Kami tetap membuka ruang dan memastikan proses ini berjalan objektif tanpa tendensi apa pun,” unvkapnya

Padahal, Kongres IV kali ini akan menjadi momen krusial yang melibatkan tujuh Pengurus Cabang HPMS sebagai peserta penuh dengan hak strategis untuk menentukan arah kebijakan organisasi.

​Hasan menutup keterangannya dengan harapan agar Kongres IV ini menjadi titik balik bagi kemajuan organisasi.

“Panitia berharap Kongres IV PP HPMS dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga marwah organisasi serta memperkuat peran HPMS sebagai wadah perjuangan dan aspirasi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula,” harapnya.

​Terkait nama-nama yang mulai muncul di tengah masyarakat, daftar calon potensial diisi oleh deretan akademisi dan tokoh berpengalaman seperti Dr. Tanto Gailea, Dr. (Cand) Amirudin Yakseb, Dr. Idrus Umarama, Muhlis Soamole, Dr. Abdul Rauf Wajo, Djunaidi Sangadji, Arid Fokaaya, Dr. H. Lukman Umafagur, Riyandi Umasugi, Nurindah Tidore, Abdul Basirr Panigfat, Hardi M. Teapon, hingga MAP Oemasoegi. Bahkan, informasi terbaru yang dihimpun menunjukkan bahwa nama Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Ikbal Rurai, juga mulai diperbincangkan untuk ikut serta dalam kontestasi besar ini.(*)

Komentar