TALIABU – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dalam rangka memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Taliabu, Maruf, berlangsung di Aula Kantor Bupati, Rabu (24/9/2025).
Kepala Bapenda Taliabu, Mesran Dagasou, mengungkapkan bahwa optimalisasi PAD tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus dengan kolaborasi semua pihak terkait.
“Banyak sumber PAD kita yang masih bisa digali lebih dalam, baik dari sektor pajak daerah, retribusi, maupun pengelolaan aset. Karena itu kami mengajak seluruh OPD untuk menyatukan pemahaman yang sama dalam mekanisme pemungutan dan pelaporan,” ujar Mesran.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah dinas pengelola PAD, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, RSUD Bobong, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perikanan, Inspektorat, dan Transmigrasi, menyampaikan berbagai kendala teknis di lapangan.
Kendala yang dihadapi antara lain lemahnya sistem administrasi, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), serta minimnya kesadaran wajib pajak dan retribusi di masyarakat.
Mesran juga memaparkan bahwa realisasi PAD tahun ini belum mencapai target maksimal. Oleh karena itu, langkah strategis sangat dibutuhkan agar potensi PAD di tahun 2026 dapat dikelola lebih efektif.
“Peningkatan PAD ini sangat penting, karena akan berpengaruh langsung terhadap kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan. Jika PAD kita kuat, maka kemandirian fiskal daerah juga semakin baik,” papar Mesran.
Ia berharap, penyatuan persepsi ini bisa menjadi titik awal perbaikan tata kelola PAD di masa mendatang.
“Dengan sinergi antar-dinas, diharapkan potensi pendapatan dari berbagai sektor dapat dimaksimalkan, demi pembangunan daerah yang optimal dan kesejahteraan masyarakat Taliabu,” tandasnya.(*)













Komentar