Publiknesia.com – Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh politik di Kabupaten Pulau Taliabu menyerukan pesan damai usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil rekapitulasi suara Pilkada Taliabu 2025 melalui pleno terbuka, Senin (7/4/2025).
Ketua Antar Umat Beragama Kabupaten Pulau Taliabu, Muhdin Soamole, menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan kepala daerah telah dilalui sesuai mekanisme, termasuk pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sembilan TPS yang telah direkapitulasi dalam rapat pleno.
“Pelaksanaan pemilihan kepala daerah sebagai sarana partisipasi masyarakat telah berakhir di meja pleno. Mari kita semua menerima hasil yang ditetapkan KPU dengan penuh kedamaian,” kata Muhdin dalam konferensi pers usai Salat Ashar di halaman Masjid Raya Kota Bobong, Selasa (8/4/2025).
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk para pasangan calon, untuk legowo menerima keputusan KPU agar roda pemerintahan dan pembangunan dapat segera berjalan sesuai harapan masyarakat Pulau Taliabu.
Hal senada disampaikan Imam Masjid Al-Muhajirin Desa Wayo, H. Ibrahim Sambe, serta tokoh pemuda Sofyan Hasan. Mereka menilai bahwa menghargai hasil rekapitulasi suara KPU merupakan bentuk penghormatan terhadap suara rakyat yang telah disalurkan di tempat pemungutan suara.
“Sebagai tokoh pemuda, kami melihat PSU di 9 TPS telah dilaksanakan dengan baik. Maka menghargai hasil pleno adalah bentuk penghargaan terhadap hak rakyat,” kata Sofyan Hasan.
Sementara itu, mantan pimpinan DPRD Taliabu periode 2019–2024, Taufik Toib Kotten, menekankan pentingnya stabilitas politik demi kelanjutan pembangunan daerah. Menurutnya, berlarut-larutnya polemik hasil pilkada justru berdampak pada lambatnya pembangunan dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, pemerintah provinsi dan pusat segera menindaklanjuti hasil KPU, karena masyarakat sangat menanti kehadiran bupati terpilih agar program-program pembangunan segera dijalankan,” tutupnya.(Redaksi)







Komentar