KEPULAUN SULA – Suasana di depan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kepulauan Sula mendadak mencekam. Pasalnya, ketegangan pecah saat warga Desa Fokalit dan Desa Paratina terlibat adu mulut hebat yang nyaris berujung pada bentrokan fisik.
Insiden ini diduga dipicu oleh pernyataan provokatif yang dilontarkan Kepala Desa Paratina, Asrul Aufat.
Dalam sebuah pertemuan di lingkungan SPKT, Asrul diduga mengeluarkan kata-kata tidak pantas yang diarahkan kepada warga Desa Fokalit.
“Beliau (Kades Paratina) menyebut warga kami dengan kata-kata ‘bodok’ dan ‘kurang ajar’. Ucapan itu sangat melukai perasaan warga yang hadir di sana,” ungkap Sugiono, perwakilan warga Desa Fokalit, saat memberikan keterangan kepada awak media.
Warga Desa Fokalit yang merasa dilecehkan secara terang-terangan di ruang publik spontan bereaksi keras.
Adu argumen sengit tidak terelakkan dan situasi sempat memanas di area kantor polisi tersebut.
“Kami sangat tersinggung dan marah. Pernyataan itu sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang pejabat publik, apalagi disampaikan secara terbuka di hadapan aparat dan masyarakat umum,” tegas Sugiono.
Beruntung, situasi yang sempat lepas kendali tersebut segera diantisipasi oleh pihak kepolisian.
Kapolres beserta jajaran personel Polres Kepulauan Sula langsung turun ke lapangan untuk melerai massa.
Bersama tokoh masyarakat dari kedua belah pihak, aparat berhasil menenangkan warga guna mencegah potensi konflik horizontal yang lebih luas.
Berdasarkan amatan media, saat ini, situasi di lokasi mulai kondusif di bawah pengawasan ketat pihak kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Paratina, Asrul Aufat, belum memberikan klarifikasi atau keterangan resmi terkait tudingan penghinaan yang dialamatkan kepadanya.(*)







Komentar