Tuntut Ganti Rugi Ratusan Juta, Petani Kopra Waikadai Boikot KM Aksar Saputra 06

TALIABU – Aksi protes keras dilakukan oleh puluhan petani kelapa (kopra) dari Desa Waikadai dengan memboikot Kapal Motor (KM) Aksar Saputra 06 di Pelabuhan Desa Loseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan.

Aksi ini merupakan buntut dari dugaan penggelapan uang hasil penjualan kopra milik petani yang hingga kini belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

Para petani menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak Tompotika, perusahaan yang menaungi KM Aksar Saputra 06.

Berdasarkan keterangan perwakilan petani, total kerugian yang dialami mencapai Rp168.348.100 (Seratus enam puluh delapan juta tiga ratus empat puluh delapan ribu seratus rupiah).

Meskipun kasus ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian, para petani mengaku kecewa karena belum ada titik terang maupun solusi konkret dari pihak perusahaan.

“Kami sudah melapor ke polisi, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Selama hak kami belum dibayar, kapal ini tidak akan kami izinkan berlayar,” ujar salah satu petani di lokasi.
Aksi Bertahan Hingga Dini Hari

Hingga dini hari tadi, massa masih bersiaga di Pelabuhan Desa Loseng untuk memastikan kapal tidak angkat sauh.

Sudah satu malam penuh kapal tersebut tertahan di dermaga.

Para petani menegaskan akan terus menduduki area pelabuhan dan memboikot operasional KM Aksar Saputra 06 sampai seluruh kerugian mereka dilunasi.

Mereka mengancam tidak akan membuka blokade selama tuntutan mereka diabaikan.(*)

Komentar