Publiknesia. com – Jalan poros yang menghubungkan Desa Talo dan Desa Bobong mengalami kerusakan parah akibat disapu banjir beberapa waktu lalu.
Padahal, jalan ini merupakan satu satunya akses vital bagi warga, kini terpaksa pengguna jalan mencari alternatif lain
Penelusuran Nesia mendapati, warga setempat memanfaatkan situasi tersebut dengan membuat jembatan kayu darurat. Namun, untuk melewati jembatan ini, warga dikenakan biaya.
“Sepeda motor dipatok tarif Rp 5.000, sementara mobil dikenakan biaya bervariasi mulai dari Rp. 25.000 hingga Rp.50.000 sekali lewat,” sebut Ibu penjaga jembatan kayu.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Taliabu telah membangun jembatan darurat. Namun, kondisi alam yang tidak bersahabat membuat jembatan tersebut rusak dan tak bisa lagi digunakan oleh masyarakat.
Pihak berwenang diharapkan segera turun tangan untuk memperbaiki infrastruktur agar mobilitas warga kembali lancar.
Pengendara berharap solusi jangka panjang dapat segera diterapkan agar masalah jembatan putus tidak terjadi lagi.(Redaksi)







Komentar