TALIABU – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu mengambil langkah strategis dengan mengajukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan ke tingkat pusat. Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, secara langsung menemui Komisi V DPR RI, mitra kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Bupati yang meminta dukungan alokasi anggaran khusus untuk peningkatan konektivitas di daerah otonom baru
Bupati Sashabila Mus mengungkapkan, kondisi infrastruktur darat di Pulau Taliabu saat ini masih menjadi tantangan utama. Dari total panjang ruas jalan yang mencapai 1.098,5 meter, sekitar 53% atau 582,04 meter masih berupa jalan tanah yang memerlukan perkerasan dan rawan kerusakan, terutama saat musim hujan.
“Kondisi ini secara langsung memengaruhi tingginya biaya logistik dan menghambat upaya optimalisasi potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari hasil laut hingga pertambangan,” ujar Sashabila
Oleh karena itu menurutnya, percepatan pembangunan jalan dan jembatan dinilai krusial untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengungkapkan, dalam usulan yang telah diverifikasi dan ditingkat Balai Pelaksanaan Jalan Maluku Utara, pemerintah daerah memprioritaskan dua ruas jalan utama untuk didanai melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) pada tahun anggaran 2025.
“Kedua ruas tersebut adalah Jalan Tolo –Beringin sepanjang 27,15 kilometer dengan pagu usulan Rp380,2 miliar, serta Jalan Lede – Todoli sepanjang 16,89 kilometer,” ungkapnya
Lanjut ia menambahkan, turut diajukan pula usulan pembangunan dan rehabilitasi sembilan lokasi jembatan, di mana dua lokas yakni, jembatan Beringin 2 dan Kasango 1 telah disepakati untuk tindak lanjut pembangunan, masing-masing dengan bentang 15 meter.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan ini dapat menjadi solusi permanen untuk memecahkan masalah aksesibilitas dan mobilitas masyarakat yang selama ini terhambat.
Dengan dukungan penuh dari Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR, Sashabila berharap, program pembangunan infrastruktur di Pulau Taliabu dapat terwujud sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
“Peningkatan konektivitas jalan dan jembatan ini menjadi kunci utama untuk membuka isolasi wilayah, menekan disparitas harga, serta memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif di seluruh pelosok Pulau Taliabu,” tandasnya













Komentar