Dinas Dukcapil Sula Ungkap Identitas Pria Penyamar Perempuan

KEPULAUAN SULA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kepulauan Sula berhasil membongkar penyamaran seorang pria berinisial PAJ (21) yang berpura-pura menjadi perempuan.

PAJ, warga Desa Nunca, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, menyamar dengan nama “Wati” demi menikah sesama jenis.

Penyamaran ini terbongkar berkat kecanggihan sistem biometrik Dukcapil saat PAJ mencoba membuat KTP baru di Kantor Dukcapil Sula.

Kepala Dinas Dukcapil Kepulauan Sula, Namri Alwi, menjelaskan bahwa PAJ pertama kali mendatangi kantor pada 24 Juli 2025. Saat itu, ia mengenakan jilbab dan diantar oleh seorang pria. Karena kantor sudah tutup, PAJ diminta untuk kembali di hari lain.

Pada 28 Juli 2025, PAJ kembali dan memulai proses perekaman data KTP. Namun, saat sidik jari dan retina discan, sistem biometrik yang terintegrasi secara nasional langsung mendeteksi kejanggalan.

“Begitu sidik jari dan retina discan, muncul data lama. Kami langsung tahu bahwa ini bukan orang baru. Dia sudah pernah membuat KTP sebelumnya dengan identitas laki-laki, beralamat di Kabupaten Taliabu,” jelas Namri pada Rabu (7/8/2025).

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dukcapil Sula segera berkoordinasi dengan intelijen Polres Kepulauan Sula untuk melakukan pendalaman. Langkah ini diambil karena ada kemungkinan penyamaran tersebut berkaitan dengan tindak pidana atau upaya melarikan diri dari hukum.

“Kami tidak tahu apa motif sebenarnya. Jangan sampai dia pelaku kejahatan atau masuk daftar DPO,” tambah Namri.

PAJ diketahui membawa surat keterangan dari salah satu desa di Kecamatan Mangoli Utara Timur sebagai salah satu syarat administratif.

Namun, dokumen ini tidak berhasil mengelabui sistem karena verifikasi biometrik tetap mendeteksi identitas aslinya.

Menurut Namri, sistem pembuatan KTP nasional sulit dimanipulasi berkat penggunaan tiga lapis verifikasi biometrik yang ketat, yaitu sidik jari, retina mata, dan foto wajah.

“Sistem Dukcapil sangat sulit dimanipulasi karena melalui proses identifikasi biometrik yang ketat,” pungkasnya.(*)

Komentar