Publiknesia.com – Ketua komisi III DPRD Pulau Taliabu, Budiman L. Mayabubun, menilai ada kejanggalan dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong, terutama terkait pembongkaran tiga gedung aset daerah tanpa dokumen studi kelayakan yang jelas.
“Kami menduga pembangunan RSUD Bobong tidak memiliki dokumen studi kelayakan. Hal ini diketahui setelah rapat kerja antara Komisi III DPRD dengan Balitbang. Mereka juga mengaku tidak dilibatkan dan tidak mengetahui adanya kajian atau studi kelayakan,” ujar Budiman, Senin (17/3/2025).
Menurut Budiman, rapat tersebut juga membahas penggunaan gedung RSUD Bobong untuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Taliabu, yang dinilai tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Mereka juga kaget kenapa tiba-tiba gedung rumah sakit dirobohkan, padahal harus ada standar. Sungguh disayangkan aset yang bagus malah digunakan untuk gedung kampus,” tegasnya.
Lebih lanjut, Budiman menyoroti kemungkinan adanya ketidakberesan dalam proyek ini, mengingat dokumen-dokumen yang diminta DPRD tak kunjung diserahkan.
“Mereka janji akan sampaikan dokumen terkait pembongkaran gedung aset daerah. Faktanya, sampai sekarang tidak diserahkan. Pasti ada yang tidak beres,” ungkapnya.
Budiman menyatakan bahwa DPRD mendukung pembangunan RSUD Bobong, tetapi harus sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku.
“Kami mendukung pembangunan rumah sakit. Tapi jangan asal bangun, jangan sampai di kemudian hari malah menjadi masalah,” katanya.
Ia juga mempertanyakan penanganan limbah dari pembongkaran rumah sakit tersebut, termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Ketika kami tanya ke direktur rumah sakit, mereka bilang tidak ada soal itu. Padahal ini pembongkaran rumah sakit, harus benar-benar sesuai standar,” lanjutnya.
Budiman juga menyoroti pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 mengenai Bangunan Gedung.
“Kalau mereka tidak lalai, pasti dokumennya sudah diberikan ke kami. Tapi faktanya, sampai saat ini dokumen itu tidak ada. Pasti ada sesuatu di balik ini,” pungkasnya.(Redaksi)



















Komentar