TALIABU — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pulau Taliabu, Dahlan, S.Pd., MM, bersama Pengawas dari Dinas Pendidikan Pulau Taliabu, La Utu Samiru, S.Pd., turun langsung ke Sekolah Dasar (SD) Negeri Bobong untuk menuntaskan insiden yang melibatkan seorang guru dan sejumlah wali murid.
Kehadiran keduanya di lokasi bertujuan meredam ketegangan serta mencari solusi terbaik atas permasalahan yang sempat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan guru bersangkutan, Siska Andayani, S.Pd., insiden bermula saat beberapa siswa keluar dari kelas pada jam pelajaran dan bermain di sekitar aliran kali di samping sekolah.
“Saya selaku guru tentu sudah berupaya memberikan yang terbaik. Anak-anak sudah dipanggil secara baik, meski saya akui ada bahasa yang kurang tepat. Saya hanya menyampaikan jika tidak masuk belajar, lebih baik makan pece-pece saja. Setelah itu saya kembali ke ruang kelas, dan soal anak-anak makan pece-pece saya sudah tidak mengetahui lagi,” jelas Siska.
Sementara itu, Ketua PGRI Pulau Taliabu, Dahlan, menilai insiden tersebut dipicu oleh miskomunikasi antara pihak guru dan orang tua siswa. Ia menekankan pentingnya membangun koordinasi yang baik demi menjaga kelancaran proses pendidikan.
“Permasalahan ini sebenarnya hanya miskomunikasi. Ke depan, perlu ada komunikasi yang lebih baik antara guru, orang tua, dan siswa agar kegiatan belajar mengajar berjalan lancar. Hubungan yang harmonis akan membuat anak lebih semangat belajar,” ujar Dahlan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap persoalan di lingkungan sekolah sebaiknya diselesaikan melalui pendekatan yang bijak dan edukatif, tanpa mengorbankan kepentingan siswa lainnya.
“Jika ada masalah, sebaiknya dikomunikasikan dengan baik dan ditelusuri kronologinya. Jangan sampai berdampak pada terganggunya proses belajar siswa lain. Penyelesaian harus dilakukan secara elegan, humanis, dan melalui jalur pendidikan,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Pulau Taliabu, Damruddin, menyampaikan bahwa dirinya tengah berada di luar daerah untuk mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Maluku Utara.
“Saya sementara di luar daerah mengikuti kegiatan Musrenbang tingkat provinsi. Nanti setelah saya kembali, saya akan memanggil guru yang bersangkutan untuk menghadap di kantor dan dilakukan pembinaan,” ujar Damruddin.
Ia menjelaskan, saat insiden terjadi dirinya sedang dalam perjalanan menggunakan kapal Sabuk Nusantara menuju Bitung, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ternate untuk menghadiri Musrenbang. Meski demikian, ia memastikan telah mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan jajaran terkait.
“Saat kejadian saya sudah di atas kapal menuju Bitung dan selanjutnya ke Ternate.
Namun saya sudah perintahkan pengawas sekolah dan Kasubbag Kepegawaian serta berkoordinasi dengan Ketua PGRI Kabupaten Taliabu untuk melakukan langkah-langkah penyelesaian. Alhamdulillah, berdasarkan laporan para pihak, masalah ini sudah dimediasi,” jelasnya.
Damruddin menegaskan, setelah kembali ke Pulau Taliabu, pihaknya akan tetap melakukan pemanggilan terhadap guru yang bersangkutan guna dilakukan pembinaan lebih lanjut.
“Insya Allah setelah saya kembali ke Taliabu, saya akan lakukan pemanggilan untuk pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Dengan mediasi yang dilakukan oleh PGRI dan Dinas Pendidikan, permasalahan tersebut kini telah diselesaikan secara damai dan kondusif, serta diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak dalam menjaga komunikasi yang baik di lingkungan pendidikan.(*)
Insiden SD Negeri Bobong Diselesaikan Damai, Guru Akan Dibina



















Komentar