TALIABU – Anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Budiman L. Mayabubun, melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, terkait janji “bonus pembangunan” dan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Pulau Taliabu.
Budiman menilai narasi tersebut menyesatkan publik dan tidak memiliki landasan moral yang kuat.
Pasalnya, menurut Budiman, janji pembangunan jalan yang disampaikan Gubernur berpotensi merupakan klaim sepihak atas program nasional Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah yang ditujukan untuk mendukung swasembada pangan dan energi.
“Jangan seolah-olah itu bonus dari Gubernur. Kalau itu program nasional, sebutkan apa adanya. Jangan dipelintir menjadi hadiah politik,” tegas Budiman
Poin utama yang disoroti legislatif adalah ketidaksinkronan antara janji manis pembangunan dengan realitas fiskal daerah.
Budiman membeberkan bahwa hingga akhir tahun, Pemerintah Provinsi Maluku Utara masih memiliki kewajiban Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum dibayarkan kepada Kabupaten Pulau Taliabu sebesar lebih dari Rp 15 miliar.
“Ini ironi besar dalam pengelolaan keuangan daerah. DBH itu hak konstitusional daerah, bukan belas kasihan, bukan bonus, apalagi hadiah,” ujar Budiman yang juga Ketua DPC PDIP Taliabu itu
Ia menambahkan bahwa legitimasi moral pemerintah provinsi dipertanyakan ketika mereka menjanjikan program tambahan, sementara kewajiban dasar yang sudah diatur undang-undang justru terabaikan.
DPRD Taliabu memperingatkan agar pembangunan tidak dijadikan alat pencitraan semata. Budiman secara tegas mengingatkan, bahwa masyarakat Taliabu tidak membutuhkan janji-janji baru yang bersifat retoris jika hak-hak fiskal kabupaten terus ditahan oleh provinsi.
“Kalau DBH saja masih utang, lalu dari mana logika bicarakan bonus? Selesaikan dulu kewajiban, baru bicara janji. Jangan jual mimpi di atas utang,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Budiman mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk segera melunasi tunggakan DBH tersebut guna mendukung stabilitas ekonomi di daerah.
“Taliabu tidak butuh janji, Taliabu butuh haknya dibayar. Itu titik tekan kami,” pungkasnya.(*)











Komentar