KEPULAUAN SULA – Komando Distrik Militer (Kodim) 1510/Sula menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula, Maluku Utara, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk melaksanakan pendampingan pembuatan akta kelahiran bagi masyarakat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Juang TNI AD ke-80 Tahun 2025.
Komandan Kodim (Dandim) 1510/Sula, Letkol Inf Zulfani, Kamis (11/12/2025), menjelaskan bahwa keterlibatan TNI AD dalam administrasi kependudukan adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini dalam rangka menyongsong HUT ke-80 Juang TNI AD, sehingga kami berkolaborasi dengan Disdukcapil untuk melaksanakan pendampingan pembuatan akta kelahiran. Harapannya, kami dapat membantu masyarakat dan Pemda dalam menjalankan program kerjanya,” ujar Zulfani.
Zulfani memberikan apresiasi terhadap sistem administrasi kependudukan di Kepulauan Sula yang dinilainya sudah berjalan sangat baik.
“Setelah berdiskusi dengan Kepala Dinas Dukcapil, rupanya di Sula ini sudah membuat sistem yang luar biasa. Kami tinggal melanjutkan saja,” katanya.
Ia menjelaskan, kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian terkait dengan TNI AD. Pihaknya pun telah menggerakkan Babinsa di desa-desa untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang tersedia.
Meski demikian, jumlah warga yang datang langsung ke Kodim tidak banyak. Hal ini disebabkan sistem layanan akta kelahiran Dukcapil Sula dinilai sudah sangat efektif dan menyentuh hingga tingkat desa.
“Layanan akta kelahiran di Sula telah berjalan efektif berkat fasilitas yang tersedia di berbagai titik, seperti Puskesmas maupun RSUD. Setiap ibu melahirkan langsung dibuatkan akta kelahiran,” jelasnya
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kepulauan Sula, Namri Alwi, membenarkan bahwa kerja sama dengan Kodim memberikan dampak signifikan dalam mempercepat pelayanan administrasi kependudukan.
“Setelah berkoordinasi, kami sepakati bahwa hari ini dibuat pelayanan khusus akta kelahiran. Masyarakat dibantu oleh Babinsa di masing-masing desa. Mereka mengecek siapa yang belum memiliki akta lalu diarahkan ke Kodim,” papar Namri.
Menurut Namri, kolaborasi ini menjadi pelengkap dari sistem pelayanan yang sudah terbangun di desa, Puskesmas, dan RSUD.
“Walaupun sistem sudah dibangun, tetap saja ada masyarakat yang terlewati. Di sinilah kegiatan ini menyempurnakan pelayanan,” tambahnya
Namri memastikan bahwa kegiatan ini sangat membantu Dukcapil karena pendataan menjadi lebih mudah dilakukan di satu titik terpusat.
“Kami berharap keterlibatan TNI ke depan dapat membuka peluang untuk peningkatan pelayanan kependudukan lainnya, seperti pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), mengingat Babinsa berada di setiap desa,” tandasnya.(*)











Komentar