TALIABU – Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Taliabu tengah menghadapi sejumlah masalah serius dalam pengelolaan anggaran dan administrasi. Untuk mengatasi ini, Bupati Sashabila Mus dan Wakil Bupati La Ode Yasir berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola pemerintahan.
Hal ini disampaikan secara terbuka melalui siaran langsung di Instagram, menandai 100 hari kerja pemerintahan pemerintah SAYA-TALIABU ini.(05/09/2025)
Bupati Sashabila memaparkan secara blak-blakan berbagai kendala yang ada, mulai dari realisasi anggaran yang tidak seimbang hingga lemahnya data yang menghambat akses ke dana pembangunan dari pemerintah pusat.
Menurut data per 5 September 2025, realisasi pendapatan daerah baru mencapai 44,24%, sementara belanja masih tertahan di angka 31,79%. Kesenjangan ini menciptakan risiko besar, yaitu terhambatnya program pembangunan dan adanya dana yang mengendap tanpa memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Kondisi ini diperparah dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memberikan peringkat Wajar dengan Pengecualian pada laporan keuangan Pemda Taliabu. Salah satu penyebab utamanya adalah penggelembungan target yang tidak realistis
“Data dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa transfer dari pusat dalam dana TKDD sudah terealisasi 45,73%,” ungkap Bupati.
Sayangnya, lanjut dia, ketergantungan ini kerap terhambat oleh kelemahan administrasi. Taliabu seringkali gagal lolos verifikasi dari kementerian terkait karena data dan dokumen pendukung yang tidak memadai.
Akibatnya, daerah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sangat penting untuk pembangunan infrastruktur seperti sekolah dan puskesmas.
Sebagai langkah perbaikan, Pemda Taliabu sedang berupaya melengkapi berbagai dokumen perencanaan teknis yang sebelumnya belum diselesaikan. Beberapa dokumen ini membutuhkan anggaran besar dan waktu pengerjaan yang tidak sedikit.
Ia menekankan tiga aspek utama untuk perbaikan, yakni perbaikan tata kelola untuk mengurangi ketergantungan pada dana pusat dan memaksimalkan program APBN agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
” Kami akan memastikan program pembangunan tepat sasaran dan pelayanan publik lebih tanggap,” imbuhnya
Bupati juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan.
“Saya membutuhkan Bapak Ibu dan teman-teman untuk laporkan langsung kepada saya agar saya bisa mengambil langkah-langkah yang tepat,” tandasnya.(*)











Komentar