KEPULAUN SULA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan ini merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang menyepakati penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai pedoman penentuan awal bulan hijriah.
Melalui sistem KHGT, Muhammadiyah menerapkan kriteria global berbasis perhitungan astronomi agar umat Islam di seluruh dunia memiliki acuan waktu yang seragam dalam memulai bulan baru.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas, menjelaskan bahwa sistem ini menggunakan parameter astronomis yang berlaku secara universal.
Berdasarkan data yang dihimpun, seluruh kriteria untuk penetapan awal Syawal 1447 H telah terpenuhi. Bahkan, waktu fajar di Selandia Baru pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 16:50:02 UTC, menunjukkan bahwa kriteria utama KHGT telah tercapai sebelum pergantian hari secara global.
Kabar penetapan ini langsung diteruskan dan disambut baik oleh warga Muhammadiyah di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.
Caretaker Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Sula, Mohammad Ridha Bafagih, mengajak seluruh warga persyarikatan untuk menyambut Idulfitri dengan hati yang bersih, penuh rasa syukur, dan semangat persaudaraan.
“Idulfitri bukan sekadar hari kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian sosial, dan mempererat persatuan umat,” tegas Ridha.
Ia berharap, dari pulau-pulau kecil di Kepulauan Sula hingga ke berbagai penjuru dunia, gema takbir dapat menjadi pengingat bahwa Islam senantiasa mengajarkan kedamaian, kebersamaan, dan harapan bagi masa depan umat yang lebih baik.(*)















Komentar