PB HMI MPO Segera Umumkan Tuan Rumah Kongres, Tiga Cabang Masuk Nominasi

JAKARTA– Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Majelis Penyelamat Organisasi) atau PB HMI MPO dalam waktu dekat akan mengumumkan nama tuan rumah Kongres HMI MPO berikutnya.

Pj Ketua Umum PB HMI MPO, Fandi Gay, menyampaikan rencana tersebut usai pelaksanaan pleno ketiga, forum strategis dalam proses konsolidasi nasional organisasi.

Tiga cabang resmi diusulkan sebagai calon tuan rumah kongres, yakni HMI Cabang Jakarta Raya, HMI Cabang Baubau, dan HMI Cabang Tual. Ketiganya dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, basis kader aktif, serta semangat kolektif dalam mengawal keberlangsungan organisasi.

“Pleno ketiga telah mengerucutkan tiga nama cabang sebagai kandidat tuan rumah Kongres. Proses finalisasi sedang berlangsung dan dalam waktu dekat akan diumumkan secara resmi siapa yang akan ditetapkan,” ujar Fandi Gay, 01/05

Pemilihan tuan rumah tidak semata berdasarkan teknis pelaksanaan, tetapi juga mempertimbangkan integritas cabang dalam merawat nilai-nilai ke-HMI-an, serta kapasitas dalam menghadirkan forum musyawarah yang demokratis, inklusif, dan bebas dari intervensi pragmatis.

“Kongres harus berlangsung secara demokratis, tertib, dan mencerminkan semangat kolektif kader HMI di seluruh Indonesia. Karena itu, keputusan perlu dipertimbangkan dengan sangat matang dan konstitusional.” tambahnya.

Fandi juga menegaskan sikap organisasi terhadap berbagai klaim sepihak yang mengatasnamakan PB HMI MPO tanpa dasar struktural dan konstitusional, hingga memperburuk nilai-nilai ke HMI an, keislaman dan keindonesiaan akan dilawan.

“Seluruh aktivitas yang mengklaim sebagai kegiatan PB HMI MPO namun tidak melalui mekanisme organisasi yang benar, tidak diakui. Keabsahan hanya melekat pada keputusan dan kegiatan yang lahir dari struktur resmi organisasi, dan segala praktek yang memecah belah organisasi, kami tegaskan akan lawan dengan jalan apapun.” tegasnya.

Dalam konteks dinamika internal HMI MPO, Fandi menyoroti kecenderungan munculnya kelompok eksklusif, pola sektarian, serta praktik senioritas yang tidak sehat sehingga perlu tindakan cepat untuk menyelamatkan organisasi dari kekakuan manajemen dan tindakan yang mementingkan kepentingan segelintir pihak.

“PB HMI MPO tidak mengenal sekte-sekte maupun praktik senioritas kaku yang bertentangan dengan semangat kolektif dan nilai-nilai demokrasi. Segala bentuk pengorganisasian untuk kepentingan oknum akan kami lawan, termasuk pihak pihak yang melanggar konstitusi HMI maupun melanggar Hukum yang berlaku di republik ini, sebab jika terus menerus dibiarkan mengendap, akan membudaya dan mencederai Marwah organisasi HMI terutama mengganggu fokus kader HMI dalam agenda utama yakni mengawal kebijakan publik.” tegasnya.

Kongres HMI MPO merupakan agenda tertinggi organisasi, ajang pergantian kepemimpinan nasional, untuk mengevaluasi arah gerakan, memperbarui platform perjuangan, dan merumuskan strategi dalam menjawab tantangan keumatan, keindonesiaan dan kebangsaan.

Komentar