SANANA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kepulauan Sula menggelar Konferensi Kabupaten XXIII yang menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran strategis PGRI dalam memajukan pendidikan nasional. Selasa (2/9/2025)
Acara yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Kepulauan Sula ini mengusung tema “Sinergitas PGRI Menuju Indonesia Emas”, selaras dengan visi pembangunan bangsa hingga tahun 2045.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kepulauan Sula, Hi. M. Saleh Marasabessy, menekankan bahwa di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, PGRI tetap kokoh sebagai benteng moral bangsa.
Dengan jumlah anggota yang masif di seluruh penjuru negeri, PGRI menjadi kekuatan sosial yang vital dalam memastikan keberlangsungan pendidikan berkualitas.
“PGRI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan rumah besar yang memberikan perlindungan dan kebersamaan bagi para guru,” ujar M. Saleh.
Ia menjelaskan bagaimana PGRI senantiasa hadir memperjuangkan kesejahteraan guru, mendampingi mereka dalam berbagai persoalan, termasuk hukum, serta menjaga harkat dan martabat pendidik di daerah ini.
Sehingga peran PGRI menurutnya, tidak hanya terbatas pada perjuangan hak, tetapi juga sebagai motor penggerak profesionalisme.
Organisasi ini memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan mutu guru agar mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.
Sehingga Ia berharap, konferensi ini dapat menjadi wadah untuk merumuskan kebijakan internal yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan dan penguatan kapasitas guru.
Melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi, guru-guru di Kepulauan Sula diharapkan semakin siap menyongsong Indonesia Emas.
“Saya berharap konferensi ini menghasilkan dukungan nyata untuk peningkatan kesejahteraan guru dan penguatan kapasitas mereka,” tutur M. Saleh.
Sebagai penutup, Wabup M. Saleh berpesan kepada para pengurus terpilih untuk menjadi pemimpin yang visioner, merangkul semua pihak, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi.
“Ingatlah, perjuangan PGRI bukan hanya untuk guru, tetapi juga untuk generasi bangsa,” pungkasnya.(*)







Komentar