KEPULAUN SULA – Proyek Pembangunan di Kepulauan Sula Bermasalah, Progres Tidak Jelas dan Menuai Kekhawatiran,(07/10/2025)
DPRD Kepulauan Sula, terutama Komisi III, mendapat sorotan keras karena dinilai tidak aktif dan gagal mengambil langkah tegas dalam menangani berbagai kejanggalan proyek pembangunan yang bermasalah di daerah tersebut.
Wakil Ketua I Gerakan Pemuda Marhain (GPM) Kepulauan Sula, Mulawarman Buamona, mengkritik keras DPRD Kepulauan Sula, terutama Komisi III, yang dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap proyek pembangunan bermasalah.
Menurut Mulawarman, proyek-proyek tersebut tidak hanya mengalami stagnasi, tetapi juga diduga fiktif, namun DPRD terkesan membiarkannya tanpa tindakan tegas.
“Komisi III DPRD Sula bisu. Tidak ada pemanggilan kontraktor, tidak ada inspeksi lapangan, tidak ada sanksi tegas. Padahal banyak proyek jalan dan fasilitas umum yang bermasalah,” tegas Mulawarman kepada Wartawan
Daftar Proyek Bermasalah di Kepulauan Sula:
Jalan Sentra Pertanian Sanihaya-Modapia
- Anggaran: Rp52 miliar (DAK 2023)
- Status: Diduga fiktif, tanpa aktivitas.
Jalan Lapen Sanihaya-Modapia
- Anggaran: Rp4,2 miliar (APBD 2024)
- Status: Diduga mangkrak, tanpa progres.
Pengaspalan Jalan ke Pasar Basanohi
- Anggaran: Rp2 miliar lebih (APBD 2025)
- Status: Belum diaspal.
Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat
- Anggaran: Rp15 miliar (DAK 2025)
- Status: Pondasi dibongkar, diduga bermasalah.
“Rakyat menunggu pembangunan, tapi wakil rakyat justru diam. Jangan hanya datang rapat dan pulang bawa gaji, tapi tak peduli kondisi di lapangan,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan DPRD Kepulauan Sula belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.(*)







Komentar