Publiknesia.com – Kekuatan politik pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Sashabila Mus dan La Ode Yasir, semakin menguat setelah terjadi eksodus kader dari partai Golkar dan PDIP.
Fenomena ini terjadi setelah penetapan pasangan calon kepala daerah oleh KPU pada 22 September 2024.
Salah satu peristiwa mencolok adalah peralihan dukungan dari Ketua Pimpinan Kecamatan (Pinca) Golkar Taliabu Utara, Ariadin, yang melawan instruksi partai.
Ariadin memilih bergabung dan menjadi Ketua Tim Pemenangan Paslon SayaTaliabu karena menilai pasangan ini sebagai kandidat terbaik untuk kemajuan Kabupaten Pulau Taliabu dalam lima tahun mendatang.
Pelantikan Ariadin sebagai Ketua Tim Pemenangan berlangsung di Desa Gela, Kecamatan Taliabu Utara, pada Rabu (19/09/2024).
Dalam kesempatan itu, La Ode Yasir, calon wakil bupati nomor urut 1, secara resmi melantik Ariadin dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh warga setempat. Padahal, Golkar diketahui merupakan partai pengusung pasangan calon lain, Citra Utu.
“Kami sangat yakin pasangan nomor urut satu, SayaTaliabu, adalah pilihan terbaik untuk masa depan pembangunan di Kabupaten Pulau Taliabu. Kami siap bekerja untuk memenangkan mereka di Kecamatan Taliabu Utara,” ujar Ariadin setelah pelantikan.
Tak hanya Ariadin, sejumlah kader Golkar lainnya juga memutuskan hengkang dari partai dan bergabung dengan tim pemenangan Paslon SayaTaliabu.
Di antaranya adalah mantan Kepala Desa Bobong, Muhdin Soamole, serta pengurus Golkar lainnya seperti Indira Khumagap dan Tawallani Djafarudin, SH, MH. Kedua kader tersebut sebelumnya diusung sebagai calon legislatif Golkar pada Pileg 2024, namun kini beralih mendukung Sashabila Mus.
Fenomena serupa juga terjadi di PDIP, di mana Ketua DPC PDIP Kabupaten Pulau Taliabu, Zainal Ashar, sudah lebih dulu menyatakan dukungannya kepada pasangan nomor urut 1 ini.
Dukungan dari kader-kader partai besar ini semakin memperkokoh posisi politik pasangan Sashabila Mus dan La Ode Yasir dalam Pilkada Taliabu 2024.(Redaksi)













Komentar