Tanggul Penahan Air di Sula Dibangun, Respons Cepat Atasi Dampak Banjir

KEPULAUAN SULA – Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula merespons cepat dampak banjir yang melanda Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah, pada (7/10) dengan segera membangun tanggul penahan air yang sebelumnya jebol akibat bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Sula H. Samsudin Ode Maniwi di Sula, menjelaskan, musibah banjir pada awal Oktober lalu tidak hanya merusak jembatan, tetapi juga memicu tanah longsor yang merobohkan tanggul penahan air sepanjang 30 meter.

“Kami harus memutar otak mencari solusi meskipun dihadapkan dengan efisiensi anggaran. Tanggul ini sangat krusial karena berfungsi sebagai pelindung Masjid Desa Bega yang kini terancam akibat longsor,” ujar Samsudin. Jumat (10/10/2025)

Samsudin menambahkan, material untuk pembangunan tanggul sudah tiba di lokasi, dan pekerjaan pembangunan telah dimulai.

“Kami, menargetkan pekerjaan tanggul penahan air sepanjang 30 meter ini dapat rampung dalam waktu satu minggu ke depan,” bebernya

Respons cepat BPBD Sula ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Warga Desa Bega, bersama dengan warga Desa Manaf, aktif bergotong royong membantu pembangunan tanggul

Kepala Desa Bega Darwin Fatmona mengungkapkan apresiasinya atas bantuan pemerintah daerah dan partisipasi warganya.

“Intinya, saya bersama warga pada dasarnya membantu Pemerintah Daerah Sula. Respons masyarakat Desa Bega cukup baik, mulai dari awal banjir yang merobohkan Jembatan Waibega hingga hari ini dalam pekerjaan pembangunan talut penahan air,” tandas Darwin.(*)

Komentar