Warga Bikin Jembatan Darurat di Jalan Utama Desa Naflo, Minta Perhatian Pemda Sula

SANANA – Akses jalan utama yang menghubungkan Dusun Satu dan Dusun Dua di Desa Naflo, Kabupaten Kepulauan Sula, terputus total, kondisi ini diperparah setelah plat duiker ambruk akibat hujan deras

Akibatnya, jalur yang menjadi akses vital menuju ibu kota Kecamatan Mangoli Timur, yakni Desa Waitina, tidak bisa dilalui.

Menanggapi situasi ini, warga Desa Naflo menunjukkan inisiatif luar biasa. Akrudin Gorontalo (34) bersama warga setempat bergotong royong membangun jembatan darurat. Kamis,(18/9/2025).

Jembatan ini dibangun tepat di titik jalan yang terputus, untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan, meski dengan fasilitas seadanya.

Akrudin Gorontalo menjelaskan, kegiatan ini adalah wujud kepedulian warga, terutama untuk membantu para pelajar dan guru yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian warga untuk membantu anak-anak sekolah agar tetap bisa melintasi jalur utama meskipun dengan fasilitas darurat,” jelasnya

Ia menambahkan, jalan ini merupakan urat nadi bagi warga Desa Naflo, terutama bagi pelajar dan guru yang bergantung pada jalur tersebut untuk pergi ke sekolah.

“Walaupun sebatas jembatan darurat, namun hal ini dapat membantu masyarakat dan siswa serta guru yang ke sekolah,” ungkap Akrudin.

Meskipun telah ada jembatan darurat, Akrudin Gorontalo tetap berharap agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya Dinas PUPR, segera melakukan perbaikan permanen.

Ia menuturkan terputusnya jalan ini sangat mengganggu aktivitas warga dan perputaran ekonomi

“Kami berharap ada perhatian cepat dari pihak terkait karena jalan ini adalah penghubung utama antara Desa Naflo dan desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Mangoli Timur,” pintanya.(*)

Komentar