Dinas P3A-KB Taliabu Perkuat Sinergi di Rakorda Ternate untuk Lindungi Perempuan dan Anak

TALIABU – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) terus mendorong penguatan kerja sama lintas sektor dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2026 yang digelar di Ternate, Selasa (7/4/2026).

Kepala Dinas P3A-KB Pulau Taliabu, Surati Kene, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyelaraskan program dengan kebijakan provinsi guna menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak.

Menurutnya, sinergi antar sektor sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan, khususnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terus berkembang dengan berbagai modus.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan kompleks. Data yang muncul di permukaan kemungkinan hanya sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya terjadi,” ujar Surati.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data Simfoni Kementerian PPPA, jumlah kasus yang dilaporkan menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.

Karena itu, penanganan masalah ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi nyata dari berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga lingkungan keluarga.

Meski demikian, Surati menyampaikan bahwa sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Maluku Utara pada tahun 2024 tercatat sebesar 80,08 persen, berada di atas rata-rata nasional.

Selain itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) berhasil ditekan dari 0,519 menjadi 0,508, serta angka perkawinan anak turun signifikan dari 13,09 persen pada 2021 menjadi 6,88 persen di tahun 2024.

“Capaian ini menunjukkan hasil dari kerja bersama, namun kita tidak boleh berpuas diri,” tambahnya.

Melalui Rakorda ini, ia berharap terjalin koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sehingga upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat berjalan lebih optimal.

“Dinas P3A-KB Taliabu akan terus menghadirkan program-program inovatif agar tren positif ini terus berlanjut di tahun 2026 dan seterusnya,” tutupnya.(*)

Komentar