Bawaslu Sula Ajak Semua Pihak Jaga Integritas Pemilu

KEPULAUAN SULA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Sula menggelar acara evaluasi dan proyeksi pengawasan Pemilu, dalam rangka memperkuat peran pengawasan menjelang tahapan demokrasi mendatang yang bertempat di Waiback Caffe, Desa Man Gega, Kecamatan Sanana Utara,

Kegiatan ini secara resmi dibuka Wakil Bupati Kepulauan Sula, Hi. Ir. M. Saleh Marasabessy yang turut dihadiri juga Anggota Bawaslu Provinsi Maluku Utara Soleman Patras, perwakilan Kodim 1510/Sula, Polres, KPU, Kemenag, pimpinan partai politik, serta unsur organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi masyarakat (ormas).

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kepulauan Sula, Ajuan Umasugi, menekankan pentingnya integritas dalam setiap tahapan Pemilu.

“Pemilu adalah pilar utama demokrasi. Prosesnya harus dijalankan dengan jujur, adil, dan menjamin kesetaraan bagi seluruh peserta,” tegas Ajuan.

Ia juga menyoroti peran penegakan hukum. Tanpa penegakan hukum yang tegas, Pemilu akan kehilangan martabat dan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi bisa luntur.

Menurut Ajuan, penyelenggaraan Pemilu bukan sekadar proses memilih dan dipilih, melainkan sarana bagi rakyat untuk menentukan pemimpin yang amanah.

Tujuan utama dari kegiatan evaluasi ini adalah memperdalam pemahaman tentang peran Bawaslu dalam pengawasan dan penegakan hukum.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, partai politik, media, dan masyarakat sipil.

“Penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa Pemilu bermartabat adalah tanggung jawab semua pihak,” terang Ajuan.

Hal ini, lanjutnya, diharapkan dapat mendorong budaya politik yang sehat, bebas dari politik uang, penyalahgunaan kekuasaan, dan ujaran kebencian. Ajuan juga menyebut pentingnya menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi terkait pemisahan Pemilu nasional dan lokal.
Ajuan menambahkan, media massa berperan penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sementara partai politik diharapkan berkompetisi secara sehat.

“Mari kita jadikan Pemilu sebagai ajang kontestasi yang mendidik, bukan memecah belah. Kabupaten Kepulauan Sula harus mampu melaksanakan Pemilu yang damai, berintegritas, dan bermartabat,” tutupnya.(*)

Komentar