Publiknesia.com – Jenazah calon Gubernur Maluku Utara, Beny Laos, diberangkatkan dari Bobong menuju Luwuk, Sulawesi Tengah, sebelum dilanjutkan ke Jakarta pada Minggu (13/10/2024). Pemindahan ini dilakukan menggunakan Helikopter Bell 429/P-3204 milik Polisi Udara.
Proses pemindahan tersebut diiringi oleh istri almarhum, Sherly Laos, serta beberapa staf terdekat. Setibanya di Luwuk, jenazah Beny Laos akan kembali diterbangkan menuju Jakarta untuk dimakamkan.
“Jenazah Beny Laos didampingi istrinya diberangkatkan menggunakan helikopter menuju Luwuk, kemudian akan dilanjutkan ke Jakarta,” ujar Wakapolres Pulau Taliabu, Kompol Sirajuddin, dalam keterangannya.
Tidak hanya jenazah Beny Laos, proses pemindahan korban lainnya juga dilakukan secara bertahap. Berikut detail rute pemindahan jenazah dan korban yang terlibat dalam insiden ledakan speed boat “Bela 72” di pelabuhan Bobong, Sabtu (12/10/2024):
Rute 1 (Helikopter)
- Jenazah Beny Laos
- Istri almarhum, Sherly Laos
- Fadli (Ajudan)
Rute 2 (Helikopter)
- Dance (Keluarga almarhum)
- Tata (Staf)
- Vega (Staf)
- Irsan (Staf)
- Faisal (Staf)
Rute Speed Boat (Menuju Luwuk)
- Pasien Mariana
- Pasien Buruan
- Pasien Amir
- Pasien Susianto
- Motoris
- 2 Perawat
- 1 Dokter
Rute Speed Boat (Menuju Ternate)
- 2 Jenazah
- Alimin (Korban)
- Sarka (Korban)
- Junaidi (Korban)
- Kamal (Korban)
- Iren (Korban)
- Ikbal (Korban)
- Eno (Korban)
- Azam (Korban)
- Sudarwis (Korban)
Rute Speed Boat (Menuju Pulau Sula)
- 2 Jenazah
- Hendrata (Korban)
- Ajudan
Sementara itu, beberapa orang lainnya, seperti Rahmat, Roby, Ardin, dan Sudarwis, tetap berada di Bobong untuk melanjutkan proses investigasi lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Diketahui, Beny Laos menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Bobong akibat ledakan speed boat di pelabuhan Bobong.



















Komentar