Jakarta – Menyoal pembahasan Komisi Reformasi Polri bersama komisi terkait di DPR RI, perhatian publik tertuju pada pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam forum tersebut, Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak harus berada di bawah kementerian terkait dan menyatakan dengan tegas, “Lebih baik saya menjadi petani.”
Pernyataan tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Pembaharu Demokrasi Indonesia (PDI), Rahmat Rahayaan, yang akrab disapa R2. Menurut R2, keputusan Jenderal Listyo Sigit sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan, memastikan kedaulatan bangsa, serta mendorong kemandirian dari impor. Hal ini mencakup pengembangan lahan produktif, diversifikasi pangan, dan stabilitas harga.
“Dengan langkah ini, bangsa Indonesia tidak akan bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Pangan menjadi fondasi utama yang dapat menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujar Rahmat Rahayaan.
Sebagai tindak lanjut, Rahmat Rahayaan menegaskan bahwa PDI akan mengadakan aksi serempak di berbagai daerah pada hari Jumat nanti, dengan tuntutan tunggal: “Mendesak Kapolri untuk segera menjadi petani.” Aksi ini menjadi simbol dukungan publik terhadap pernyataan Kapolri yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan.
“Jika tarik-ulur terkait penempatan Polri di bawah Presiden dan kementerian terkait belum menemukan titik temu, maka langkah ini menjadi penting sebagai bentuk tekanan publik untuk mendukung kemandirian pangan bangsa,” tutup R2.













Komentar