TALIABU – upati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, mengungkapkan strategi uniknya untuk mengejar ketertinggalan daerah. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia menekankan bahwa fondasi pembangunan yang kuat harus dimulai dari pembenahan data.
“Selama ini, kita selalu terkendala data, setiap kali kita mengajukan program ke provinsi atau pusat, datanya tidak valid. Ini menjadi masalah utama yang menghambat semua usulan kita.” ujar Bupati
Menurutnya, ketiadaan data dasar dan dokumen perencanaan seperti Kajian Risiko Bencana atau Rencana Induk Pariwisata adalah lubang besar yang harus segera ditutup.
“Bayangkan, kita ingin membangun sektor pariwisata, tapi tidak punya dokumen perencanaan induk. Bagaimana bisa?” tanyanya.
Untuk mengatasi hal ini, Pemda Taliabu memfokuskan tahun pertama pemerintahannya pada penyiapan data dasar dan dokumen perencanaan. Seluruh SKPD diinstruksikan untuk menginventarisasi kebutuhan data mereka.
“Kami juga sudah memerintahkan Bappeda dan Dinas Kominfo untuk menyiapkan portal ‘SATU DATA TALIABU’,” tambahnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Sashabila tidak kehabisan akal.
Ia mendorong SKPD untuk menjalin kerja sama dengan pihak universitas. Langkah ini terwujud pada tanggal 5 Agustus 2025, saat Pemda Taliabu menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kerja sama ini adalah ikhtiar kita. Kita tidak bisa berjalan sendiri, tentu dengan bantuan para ahli dari kampus, kita bisa mendapatkan data yang valid dan kajian perencanaan yang sesuai dengan karakteristik Taliabu sebagai daerah kepulauan.” terangnya
Sashabila Mus percaya bahwa langkah ini adalah kunci untuk masa depan Taliabu.
“Membangun itu bukan sekadar mengandalkan angan-angan, tetapi harus dimulai dari data yang akurat dan perencanaan yang matang. Itulah satu-satunya cara kita bisa mengejar ketertinggalan,” pungkasnya.(*)













Komentar