SANANA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kepulauan Sula sejak Sabtu malam hingga Minggu, 21–22 Juni 2025, menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas umum. Akses jalan dan jembatan penghubung antar desa terputus, rumah warga terendam, serta aktivitas masyarakat lumpuh total hingga saat ini, Rabu (26/6/2025).
Debit air sungai yang meningkat secara drastis mengakibatkan jembatan penghubung antara Desa Kabau Darat dan Kabau Laut rusak berat. Hal serupa juga terjadi pada Jembatan Fokalik dan Partina. Bahkan, ruas jalan utama antara Desa Ona dan Nahi kini tak bisa dilalui kendaraan roda empat akibat genangan dan longsor.
Kondisi terparah terjadi di Desa Ona, di mana terjadi longsor di tepi sungai yang mengancam rumah warga serta Puskesmas Pembantu (Polindes) setempat. Sementara di Desa Nahi dan Ona, beberapa rumah mengalami rusak berat dan sebagian lainnya terendam banjir.
Akibat bencana tersebut, akses warga menuju ibu kota kabupaten menjadi terputus. Aktivitas ekonomi dan pelayanan publik nyaris berhenti total. Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan dan jembatan yang rusak belum dapat digunakan kembali.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, Hi. Buhari Buamona, telah meninjau langsung titik-titik banjir dan kerusakan pada Minggu (22/6/2025) di Desa Nahi. Tim BPBD juga melakukan pendataan dampak kerusakan untuk keperluan tindak lanjut penanganan.
Faisan, seorang pemuda Desa Kabau, mengatakan bahwa kerusakan jembatan terjadi akibat derasnya arus sungai saat banjir melanda di waktu subuh. Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian dan bantuan.
“Semoga ada perhatian penuh oleh Pemerintah Daerah agar kerusakan yang terjadi bisa teratasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada bantuan yang diterima warga terdampak dari pemerintah daerah.
“Kami berharap keluhan kami ini dapat didengar oleh Ibu Bupati, karena sampai sekarang belum ada bantuan apapun dari Pemda Sula,” pungkasnya.(Byu)



















Komentar